Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan potensi pasar domestik Indonesia mampu menyamai skala pasar Eropa saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) pada Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5), dilansir dari Media Indonesia.
Kekuatan konsumsi nasional tersebut ditopang oleh melimpahnya sumber daya alam strategis serta dukungan bonus demografi yang besar. Potensi ekonomi ini dinilai menjadi modal kuat bagi penguatan struktur finansial dalam negeri ke depan.
"Kita memiliki bonus demografi yang menopang konsumsi domestik dan pasar domestik yang besar. Pasar kita bisa sebesar Eropa dan sungguh sumber daya alam kita melimpah. Kita punya komoditas-komoditas yang sangat berharga," ujar Presiden Prabowo, dilansir dari Antara.
Tiga komoditas utama yang menjadi tulang punggung devisa negara meliputi minyak kelapa sawit sebesar 23 miliar dolar AS, batu bara menyumbang 30 miliar dolar AS, dan paduan besi senilai 16 miliar dolar AS.
"Tiga komoditas strategis ini menghasilkan devisa lebih dari 65 miliar dolar Amerika, setara dengan 1.100 triliun rupiah per tahun," tegas Presiden Prabowo.
Di balik kekayaan alam tersebut, Kepala Negara memberikan catatan kritis terhadap manajemen ekonomi nasional karena rasio penerimaan negara terhadap PDB Indonesia masih tertahan di angka 11 hingga 12 persen.
"Kita harus introspeksi dan sadar dan berani bertanya, kenapa kita tidak bisa kelola ekonomi kita sehingga pendapatan negara kita bisa setara dengan negara-negara seperti Filipina, Meksiko. Sekarang pun kita masih di bawah Malaysia," pungkas Presiden Prabowo.