Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat daerah. Langkah strategis ini disampaikan dalam rapat paripurna DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).
Pemaparan tersebut disampaikan kepala negara saat menjelaskan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) APBN Tahun Anggaran 2027, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Program ini dirancang untuk memotong rantai pasok demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah.
"Koperasi ini akan mempermudah logistik, akan menjadi motor pertumbuhan dan kesejahteraan di tingkat yang paling bawah, akan mengakibatkan ratusan triliun berputar di desa, kecamatan, dan kabupaten," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.
Pemerintah mencatat saat ini sudah ada 1.061 koperasi yang beroperasi di berbagai wilayah. Target jangka pendek ditetapkan agar minimal 20.000 unit koperasi dapat berjalan pada Agustus 2026, dan melampaui 60.000 unit pada akhir tahun.
"Koperasi ini adalah rantai pasok pertama di republik kita yang bisa dikuasai oleh pemerintah," ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.
Koperasi yang mulai dibangun sejak November 2025 ini memiliki tujuh unit bisnis utama, meliputi kantor, apotek, klinik, simpan pinjam, sembako, cold storage, dan logistik. Di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pemerintah daerah melaporkan 47 unit KDMP sedang dibangun dengan tiga di antaranya siap beroperasi.