Prabowo Subianto Temui Pemimpin Rusia dan Perancis Perkuat Diplomasi

Prabowo Subianto Temui Pemimpin Rusia dan Perancis Perkuat Diplomasi
Foto: Ilustrasi Prabowo Subianto Temui Pemimpin Rusia dan Perancis Perkuat Diplomasi.

Presiden RI Prabowo Subianto menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Rusia dan Perancis pada 13-14 April 2026 guna memperkuat kemitraan strategis dengan negara pemegang hak veto PBB. Lawatan singkat tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama di sektor energi, ekonomi, hingga investasi jangka panjang.

Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan terkait alasan pemilihan kedua negara tersebut sebagai tujuan utama diplomasi. Dilansir dari Nasional, kekuatan besar Rusia dan Perancis dalam peta politik global menjadi pertimbangan krusial bagi pemerintah Indonesia.

"Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Tanah Air setelah melakukan lawatan singkat selama dua hari ke dua negara adidaya dunia, yaitu Rusia dan Perancis, pada 13-14 April 2026," ujar Teddy dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden pada Rabu (15/4/2026).

Teddy menambahkan bahwa status kedua negara sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memegang hak veto memberikan bobot strategis yang signifikan bagi kepentingan nasional Indonesia. Selain itu, potensi sumber daya mereka juga menjadi poin utama pembahasan.

"Kedua negara tersebut merupakan dua dari lima negara pemegang hak veto di PBB, serta memiliki kekuatan besar di bidang ekonomi dan sumber daya energi," sambungnya.

Di Rusia, Prabowo Subianto mengadakan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin pada Senin (13/4/2026). Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Paris untuk berdialog dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana \u00c9lys\u00e9e pada hari berikutnya.

"Pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron berlangsung selama lebih dari dua jam di Istana \u00c9lys\u00e9e, Paris," tuturnya.

Dialog bersama Presiden Macron dilaporkan berlangsung secara produktif dan mencakup sektor-sektor prioritas. Pihak Sekretariat Presiden menekankan bahwa pengembangan komunikasi digital dan pendidikan masuk dalam agenda utama kolaborasi tersebut.

"Pertemuan tersebut membahas peningkatan kerja sama di berbagai sektor, antara lain energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang," kata Teddy.

Kedekatan personal antara kedua pemimpin negara ini juga disebut menjadi katalisator bagi kelancaran diskusi di Perancis. Teddy mengungkapkan bahwa komunikasi yang baik antara Prabowo dan Macron telah terbangun sejak masa jabatan sebelumnya.

"Hubungan kedua pemimpin telah terjalin erat sejak Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan hingga saat ini," imbuhnya.

Pertemuan ini menandai langkah penting Indonesia dalam memperluas kolaborasi internasional di tengah dinamika geopolitik global. Kunjungan tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi baru yang menguntungkan bagi pembangunan ekonomi nasional di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi