Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia kini telah mampu memberikan bantuan pasokan pupuk ke berbagai negara yang secara ekonomi lebih kaya pada Rabu (20/5/2026). Permintaan ekspor komoditas tersebut datang langsung dari negara tetangga seperti Australia hingga India.
Pernyataan terkait penguatan posisi ekonomi nasional di mata internasional ini disampaikan kepala negara saat membacakan Pidato KEM-PPKF RAPBN 2027, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Tingginya angka produksi dalam negeri menjadi alasan utama komoditas ini diminati pasar global.
"Saudara-saudara, saya kalau ke luar negeri sebagai Presiden Indonesia saya sangat dihormati sekarang. Sangat dihormati. Ya bahkan mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita karena produksi pupuk kita lebih saudara-saudara," ujar Prabowo saat menyampaikan Pidato KEM-PPKF RAPBN 2027, Rabu (20/5/2026).
Selain Australia dan India, penambahan permintaan ekspor pupuk tersebut juga datang dari Brasil dan Filipina. Prabowo menekankan bahwa momentum pemenuhan kebutuhan logistik negara lain ini harus dijadikan pemacu kepercayaan diri bagi bangsa Indonesia.
"Kita diminta bantuan oleh Australia, kita berikan. India, Brasil, Filipina saudara-saudara. Bayangkan Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita. Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri," beber Prabowo.
Meski mencatatkan pencapaian di sektor ekspor, pemerintah mengakui bahwa pembenahan di sektor domestik masih terus berjalan. Evaluasi berkala serta penindakan terhadap segala bentuk penyelewengan ekonomi tetap menjadi prioritas kerja kabinet.
"Memang masih ada banyak kekurangan dan saya orang yang selalu mengajak ayo kita berani menghadapi kekurangan kita, kita berani menghadapi kesulitan, kita berani menghadapi tantangan. Kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa," tegas Prabowo.