Prabowo Subianto Tetapkan APBN 2027 Sebagai Alat Sejahterakan Rakyat

Prabowo Subianto Tetapkan APBN 2027 Sebagai Alat Sejahterakan Rakyat
Foto: Ilustrasi Prabowo Subianto Tetapkan APBN 2027 Sebagai Alat Sejahterakan Rakyat.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berfungsi sebagai instrumen perjuangan untuk menyejahterakan rakyat serta memperkokoh ekonomi nasional dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Arah kebijakan fiskal tersebut dirancang pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

"Saya memandang APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa, APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Langkah penyusunan anggaran negara ini disebut menjadi kepastian agar setiap warga negara mendapatkan kehidupan yang layak sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

"Dengan kesadaran itu, APBN kita susun sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita mulia yang telah diamanatkan dalam UUD 1945," kata Prabowo Subianto.

Pemerintah menetapkan target pendapatan negara tahun 2027 pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan belanja negara dipatok 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB.

Defisit anggaran dalam APBN ditargetkan tetap berada dalam rentang aman yaitu sebesar 1,80 persen hingga 2,40 persen terhadap PDB.

"Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," ucap Prabowo Subianto.

Asumsi makro lain menetapkan suku bunga Surat Berharga Negara tenor 10 tahun pada 6,5 persen hingga 7,3 persen, serta nilai tukar rupiah sebesar Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu menjaga nilai tukar rupiah kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," kata Prabowo Subianto.

Target inflasi dijaga pada 1,5 persen hingga 3,5 persen, harga minyak mentah Indonesia US$70 hingga US$95 per barel, lifting minyak bumi 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari, dan lifting gas 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Melalui strategi pengelolaan ekonomi yang pruden, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2027 mencapai 5,8 persen hingga 6,5 persen demi mengejar target 8 persen pada tahun 2029.

"Pertumbuhan tersebut harus tercermin pada peningkatan kesejahteraan rakyat secara nyata," tutur Prabowo Subianto.

Angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0 persen hingga 6,5 persen, pengangguran terbuka turun ke rentang 4,30 persen hingga 4,87 persen, serta rasio gini diperkecil pada rentang 0,362 hingga 0,367.

"Jarak antara yang terkaya dan termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," kata Prabowo Subianto.

Pemerintah menetapkan target indeks modal manusia naik menjadi 0,575 dan indeks kesejahteraan petani meningkat dari 0,7731 menjadi 0,8038.

"Nilai tukar petani yang sekarang sudah mencapai tertinggi sepanjang sejarah di angka 126, harus kita perjuangkan untuk bisa kita tingkatkan lagi," tutur Prabowo Subianto.

Proporsi lapangan kerja formal juga ditargetkan meningkat menjadi 40,81 persen pada tahun 2027 dari posisi sebesar 35 persen pada tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi