Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah 63 tahun pengelolaan kawasan tersebut. Dilansir dari Suara, total pendapatan yang berhasil diraih pada tahun 2025 mencapai Rp812 miliar.
Realisasi tersebut menunjukkan lonjakan yang signifikan jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, pendapatan kawasan GBK tercatat berada di angka Rp566 miliar.
Pertumbuhan positif ini diraih melalui pemanfaatan area untuk beragam aktivitas publik. Sepanjang 2025, GBK menjadi lokasi kegiatan olahraga, budaya, MICE, rekreasi, komersial, serta agenda berskala nasional dan internasional.
Direktur Keuangan PPKGBK, Hendry Arisandi mengungkapkan bahwa pendapatan GBK berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit di 2025 naik dari Rp 566 miliar di 2024 lalu.
Pencapaian pada tahun 2025 juga memperlihatkan pemulihan yang sangat kuat setelah masa pandemi Covid-19 berakhir. Grafik keuangan pengelola kawasan terus menunjukkan tren kenaikan dalam tiga tahun terakhir.
"Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp 255 miliar. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun," kata Hendry dalam siaran pers, Senin (18/5/2026).
Menurut Hendry, perolehan ini memperkokoh momentum dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset milik negara. Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan penataan pada Blok 15.
Optimalisasi Blok 15 Kawasan GBK
Langkah penataan kawasan terus didorong untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, dukungan pemerintah, mitra, pengguna kawasan, dan masyarakat.
"Pendapatan GBK pada 2025 mencapai Rp812 miliar berdasarkan laporan keuangan audited. Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan GBK secara profesional, tertib, dan memberi manfaat nyata bagi negara serta publik," ujar Rakhmadi.
Pihak manajemen menargetkan kinerja keuangan yang positif ini dapat terus diperkuat di masa mendatang. Rencana pengembangan penataan Blok 15 dinilai menjadi bagian krusial dari agenda optimalisasi aset.
Guna memastikan kelancaran proyek, PPKGBK menjalin koordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Kepolisian, serta TNI. Kerja sama lintas instansi ini dilakukan agar seluruh proses berjalan tertib dan sesuai regulasi.
"Proses ini diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan GBK sebagai pusat olahraga, ruang publik, kegiatan nasional, MICE, rekreasi, serta aktivitas ekonomi yang sehat dan terukur," jelasnya.