IHSG Berpotensi Menguat Berkat Redanya Tensi Geopolitik Timur Tengah

IHSG Berpotensi Menguat Berkat Redanya Tensi Geopolitik Timur Tengah
Foto: Ilustrasi IHSG Berpotensi Menguat Berkat Redanya Tensi Geopolitik Timur Tengah.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak di zona positif pada perdagangan Rabu (6/5/2026) setelah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan sentimen baik bagi pasar keuangan global. Dilansir dari Money, normalisasi jalur distribusi energi di Selat Hormuz turut memicu penurunan harga minyak dunia.

Hendra Wardana, Pengamat Pasar Modal dan Founder Republik Investor, menjelaskan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi motor utama penurunan harga komoditas energi tersebut. Penurunan harga minyak dinilai mampu meringankan beban inflasi global dan menciptakan fleksibilitas pada kebijakan moneter.

"Dampaknya, aliran modal berpotensi kembali masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia," ujar Hendra Wardana, Founder Republik Investor.

Hendra mencatat pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang menyentuh angka 5,61 persen secara tahunan melampaui ekspektasi pasar. Meskipun begitu, ia memberikan catatan bahwa pencapaian tersebut masih sangat bergantung pada dukungan stimulus fiskal dari pemerintah.

"Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama, sementara investasi mulai tumbuh seiring proyek hilirisasi, meskipun efeknya ke ekonomi riil belum merata," paparnya Hendra Wardana, Founder Republik Investor.

Kondisi nilai tukar rupiah yang masih tertahan pada level Rp 17.400 per dollar AS menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan impor dan ekspor. Situasi ini dinilai memicu peningkatan kebutuhan valuta asing yang memberikan tekanan pada mata uang domestik.

"Ini memperkuat pandangan bahwa pertumbuhan saat ini masih bersifat growth without depth, sehingga pasar masih menunggu konfirmasi dari perbaikan indikator riil dan kembalinya arus dana asing," beber Hendra Wardana, Founder Republik Investor.

Hendra memprediksi pergerakan indeks akan menguji batas resistance pada level 7.151 dengan potensi kenaikan lanjutan menuju 7.200. Investor direkomendasikan untuk mencermati saham BUVA dengan target Rp 1.205, CUAN pada level 1.500, PTRO di angka Rp 6.300, serta SCMA untuk strategi trading buy.

Azharys Hardian, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), turut memproyeksikan adanya peluang penguatan indeks pada hari ini. Ia menetapkan area support berada di level 6.960 dengan target resistance terdekat hingga 7.150.

Azharys merekomendasikan saham WIFI dengan target harga antara 2.480 hingga 2.560 dan level stop loss di bawah 2.250. Selain itu, saham BREN disarankan dengan rentang masuk Rp 4.670-Rp 4.730 dan target harga maksimal mencapai Rp 5.325.

Artikel terkait

Rekomendasi