Pasar kripto global bergerak positif setelah mencatatkan lonjakan signifikan pada akhir pekan. Harga Bitcoin sempat menembus level US$ 77.000, setelah sebelumnya bergerak di kisaran US$ 74.000.
Dilansir dari Investortrust, pergerakan positif ini ikut mengerek performa sejumlah aset digital lainnya. Koin seperti Venice Token, Zcash ZEC, Morpho, dan Hyperliquid bahkan mencatatkan kenaikan performa di atas 10%.
Kondisi ini membuat total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan terangkat hingga lebih dari 2% menjadi US$ 2,56 triliun. Dorongan sentimen ini muncul setelah adanya pernyataan terkait peluang kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Memasuki awal pekan pada Senin (25/5/2026) pukul 10.05 WIB, pergerakan pasar kripto cenderung mengalami perlambatan. Sektor aset utama seperti Ethereum melemah 1,35%, BNB turun 0,12%, dan XRP terkoreksi 1,02%.
Meski demikian, Bitcoin masih menunjukkan daya tahan dengan menguat tipis 0,20% dan bertahan di level US$ 77.000. Kapitalisasi pasar kripto global pun berada di posisi US$ 2,57 triliun.
Peluang tercapainya kesepakatan damai ini diungkapkan oleh Donald Trump yang menyebutkan kedua negara berpotensi membuka kembali Selat Hormuz. Jalur ini bernilai strategis karena menjadi rute untuk seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
Kabar tersebut langsung memicu penurunan tajam pada sektor energi global. Harga minyak mentah Brent merosot 4,55% ke angka US$ 98,83 per barel, sementara West Texas Intermediate jatuh 4,73% menjadi US$ 92,03 per barel.
Penurunan harga komoditas energi ini diproyeksikan mampu menekan laju inflasi global. Jika inflasi mereda, Federal Reserve akan memiliki ruang yang lebih besar untuk menurunkan suku bunga acuan dalam beberapa bulan ke depan.
Aset kripto seperti Bitcoin dan altcoin secara historis selalu menunjukkan performa yang kuat ketika bank sentral AS berada dalam siklus pemangkasan suku bunga.
Negosiasi Masih Berjalan Alot
Walaupun pasar merespons dengan optimisme tinggi, proses diplomasi antara Washington dan Iran sebenarnya masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kedua belah pihak dilaporkan belum mencapai kesepakatan penuh terkait beberapa isu krusial.
Donald Trump menjelaskan bahwa kedua negara sejatinya telah menegosiasikan sebagian besar nota kesepahaman kesepakatan damai tersebut pada Sabtu (23/5/2026). Namun, ia menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan akhir.
"Sebagian besar menegosiasikan"
Pernyataan Trump pada Minggu (24/5/2026) menunjukkan bahwa dirinya telah menginstruksikan para delegasi AS untuk bersikap selektif dan berhati-hati sebelum menandatangani perjanjian resmi dengan pihak Iran.