Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang menyelidiki rekaman video viral mengenai dugaan teror pocong yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah hukum ini diambil guna mengungkap motif sekaligus menangkap pelaku di balik penyebaran isu tersebut.
Pihak kepolisian menduga isu makhluk halus tersebut sengaja diembuskan oleh komplotan kriminal. Berdasarkan hasil penelusuran, aksi menakut-nakuti warga itu diduga kuat merupakan modus operandi baru yang digunakan oleh kelompok pencurian atau perampokan dalam melancarkan aksi kejahatan mereka.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan menyaring segala informasi yang beredar. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meminta warga tidak menyebarkan berita yang belum dipastikan kebenarannya, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia pada Selasa (19/5).
"Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," imbau Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah di Tangerang, Selasa (19/5).
Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengingatkan bahwa kepanikan warga justru dapat dimanfaatkan oleh oknum pelanggar hukum untuk melakukan tindak pidana.
"Jangan sampai masyarakat merasa takut. Ini dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana," kata Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Guna mengantisipasi gangguan keamanan, fungsi Bhabinkamtibmas bersama personel Babinsa dijadwalkan mengintensifkan patroli malam di area permukiman. Kapolresta Tangerang juga menekankan pentingnya pengaktifan kembali ronda malam atau sistem keamanan lingkungan (siskamling) secara swadaya oleh warga setempat.
"Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama," ucap Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.