Seorang prajurit TNI AD berinisial EY (47) menjadi korban pengeroyokan di Terminal Depok Baru, Jawa Barat, pada Jumat, 24 April 2026 malam. Insiden kekerasan ini dipicu oleh teguran korban terhadap seorang ibu yang tengah memarahi anaknya di lokasi tersebut.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi bahwa korban merupakan personel TNI AD yang bertugas di Puskom Bela Negara Kemhan. Dilansir dari Nasional, peristiwa ini mengakibatkan korban menderita luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memberikan keterangan resmi mengenai status kesehatan personel tersebut. Saat ini, kondisi korban dilaporkan telah berangsur pulih dan diizinkan meninggalkan rumah sakit.
ÔÇ£Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa benar terdapat salah satu personel TNI AD yang berdinas di Puskom Bela Negara Kemhan menjadi korban tindak pengeroyokan di wilayah Depok pada 24 April 2026,ÔÇØ kata Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan.
Pihak kementerian menyerahkan seluruh tindak lanjut penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian. Kemhan mendesak agar proses hukum dijalankan secara transparan terhadap para pelaku yang terlibat.
ÔÇ£Kementerian Pertahanan juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak berspekulasi, serta tetap menjaga ketertiban dan kondusifitas di ruang publik,ÔÇØ tegas Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan.
Kronologi kejadian bermula saat EY menegur seorang ibu agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak. Namun, teguran tersebut justru memicu kemarahan perempuan itu yang kemudian mengadu kepada suaminya, Y, hingga memprovokasi orang-orang di sekitar terminal.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan bahwa provokasi tersebut dilakukan dengan cara meneriakkan informasi bohong kepada para sopir angkutan kota (angkot).
"Lalu, ibu tersebut memprovokasi para sopir angkot dengan berteriak bahwa suami ibu tersebut (pelaku) telah dipukuli oleh korban," ujar Made Budi, Kasi Humas Polres Metro Depok.
Setelah teriakan tersebut, pelaku Y mendorong korban yang kemudian diikuti oleh aksi pemukulan bersama-sama oleh sejumlah sopir angkot. Polisi kini telah mengamankan Y sebagai pelaku utama bersama satu sopir angkot lainnya untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polres Metro Depok.