Aparat kepolisian menangkap seorang pria bernama Sudhir Kumar Chahuan setelah diduga melecehkan seorang penumpang wanita dalam penerbangan maskapai Scoot Airlines rute Singapura menuju Perth pada Senin, 13 April 2026. Insiden ini memaksa awak kabin melakukan tindakan pengamanan darurat selama perjalanan berlangsung.
Dilansir dari Detik Travel, korban sempat mengalami ketakutan sebelum akhirnya berhasil melaporkan tindakan pelaku kepada kru pesawat. Menanggapi laporan tersebut, pramugari yang bertugas segera memindahkan posisi duduk korban untuk menjamin keselamatannya dari gangguan pelaku.
Staf penerbangan kemudian melakukan pengawasan ketat terhadap gerak-gerik Sudhir Kumar Chahuan di sisa durasi penerbangan. Berdasarkan laporan New York Post pada Rabu, 15 April 2026, tersangka langsung diamankan petugas kepolisian sesaat setelah pesawat mendarat di bandara tujuan.
Sudhir kini menghadapi dakwaan hukum atas tindakan kekerasan seksual serta beberapa dakwaan perbuatan tidak senonoh yang dilakukan tanpa persetujuan korban. Otoritas keamanan menegaskan bahwa perlindungan penumpang di ruang sempit seperti kabin pesawat merupakan prioritas utama.
"Setiap penumpang berhak merasa aman saat bepergian, terutama saat berada di dalam pesawat yang berdekatan dengan penumpang lain," kata Pelaksana Tugas Inspektur AFP Peter Brindal.
Brindal mengimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi udara untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk kontak fisik yang tidak diinginkan kepada kru maskapai atau petugas keamanan bandara. Penegakan hukum akan dilakukan secara cepat terhadap siapa pun yang terbukti melanggar norma kesusilaan di lingkungan penerbangan.
"Tidak ada tindakan tidak senonoh di dalam pesawat atau di bandara yang pantas, dan setiap pelancong yang melanggar hukum akan ditindak dengan cepat," kata Peter Brindal.
Maskapai penerbangan di seluruh dunia saat ini menerapkan kebijakan toleransi nol terhadap kasus pelecehan seksual di dalam kabin. Awak kabin memiliki kewenangan penuh untuk memisahkan pelaku, memberikan peringatan keras, dan berkoordinasi dengan pihak berwajib agar proses hukum dapat segera dilakukan begitu pesawat tiba di darat.