Polisi Tangkap Dua Pelaku Pemukulan Waketum PSI di Menteng

Polisi Tangkap Dua Pelaku Pemukulan Waketum PSI di Menteng
Foto: Ilustrasi Polisi Tangkap Dua Pelaku Pemukulan Waketum PSI di Menteng.

Aparat Polsek Menteng menangkap dua pria yang diduga melakukan pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A Sinaga, di sebuah gedung perkantoran di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026) malam.

Insiden kekerasan tersebut bermula ketika Ronald mendampingi karyawan PT SKS untuk melakukan mediasi dengan kantor firma hukum Michael, Putra & Partners (MPP). Berdasarkan informasi yang dilansir dari Megapolitan, Ronald hadir dalam kapasitasnya sebagai mediator karena mengenal pimpinan kantor hukum tersebut.

"Kenapa ajak saya? Karena pimpinan kantor hukum Michael,Putra & Partners ini adalah mantan partner saya tahun lalu. Dan saya diminta bantu mediasi," ujar Ronald saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Selasa (5/5/2026).

Situasi memanas ketika tiga orang yang tidak dikenal mendatangi lokasi sekitar pukul 18.00 WIB dan mengaku sebagai petugas pengamanan. Mereka memaksa seluruh orang yang terlibat dalam audiensi dan aksi massa karyawan untuk meninggalkan gedung.

"Mereka bilang mereka disitu sebagai pengamanan kantor dan meminta untuk semua keluar dari gedung. Kalau mau aksi, di luar gedung saja," lanjutnya.

Perdebatan sempat mereda setelah anggota Polsek Menteng yang berada di lokasi mengawal ketiga pria tersebut turun dari area kantor MPP. Ronald menduga para pelaku sengaja kembali ke lantai 4 setelah sempat dipukul mundur oleh aparat kepolisian.

"Di pukul mundur maksudnya dikawal turun melalui lift, entah diusir atau dikawal sampai lobi gedung," kata Ronald.

Ketegangan kembali memuncak sekitar 15 menit kemudian ketika ketiga pria itu kembali ke lantai 4 dan menyerang Ronald. Dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, Ronald terlihat menghindari salah satu pelaku sebelum dipukul oleh pria lainnya.

"Terjadilah pemukulan seperti di video, 2 orang yang mukul," tutur Ronald.

Meski terdapat petugas kepolisian dan Babinsa di lokasi, para pelaku tetap melakukan aksi kekerasan secara terbuka. Kejadian ini mengakibatkan Ronald mengalami luka pada pelipis mata yang terus mengeluarkan darah hingga keesokan harinya.

"Di depan anggota Polsek Menteng dan Babinsa, mereka berani melakukan kekerasan," katanya.

Setelah insiden pemukulan terjadi, Ronald segera menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani visum dan penanganan medis awal. Namun, luka tersebut belum sempat dijahit karena ia harus segera kembali ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.

"Semalam tidak jahit di RSCM setelah visum karena langsung balik ke Polsek untuk pemeriksaan," tutur Ronald.

Kondisi luka pada pelipis korban dilaporkan masih rembes dan membasahi kasa penutup luka pada Selasa pagi. Ronald menyatakan perlunya penanganan medis lanjutan berupa jahitan pada bagian yang terluka tersebut.

"Semalam sebelum pulang kasa bersih. Pagi ini bangun kasa sudah merah semua," tutur Ronald. "Ini mau ke RS lagi untuk jahit pelipis mata," tambahnya.

Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu memonitor langsung perkembangan kasus ini. Ia mengonfirmasi bahwa korban telah resmi melaporkan tindakan kekerasan tersebut kepada pihak berwajib.

"Benar ada kejadian seperti di video. Pak Ronald sudah membuat laporan Polisi," ujar Braiel saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Selasa.

Pihak kepolisian bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan dua orang saksi di lokasi kejadian. Saat ini, para terduga pelaku telah ditahan di Mapolsek Menteng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk diproses lanjut," kata Braiel.

Artikel terkait

Rekomendasi