Polisi Selidiki Dugaan Pemalakan Penjaga Warteg di Bekasi Selatan

Polisi Selidiki Dugaan Pemalakan Penjaga Warteg di Bekasi Selatan
Foto: Ilustrasi Polisi Selidiki Dugaan Pemalakan Penjaga Warteg di Bekasi Selatan.

Kepolisian Sektor (Polsek) Bekasi Selatan tengah mengusut dugaan aksi pemalakan yang menyasar seorang penjaga warung tegal (warteg) di Jalan Raya Pekayon, Kelurahan Jakasetia, Kota Bekasi pada Senin (13/4/2026). Penyelidikan dilakukan setelah rekaman video insiden intimidasi tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Penyidik telah melakukan identifikasi awal terhadap pria yang terekam dalam video tersebut. Berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan, pihak kepolisian menyebutkan bahwa sosok pelaku bukan merupakan penduduk yang tinggal di sekitar lokasi kejadian perkara.

ÔÇ£Hingga saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Dia (pelaku) warga luar wilayah. Dan baru ini terjadi,ÔÇØ ujar Suparmin, Kapolsek Bekasi Selatan Komisaris melalui pesan tertulis dilansir dari Megapolitan pada Rabu (15/4/2026).

Laporan awal dari petugas yang diterjunkan ke lokasi menunjukkan adanya indikasi kondisi mental tertentu pada pria tersebut. Polisi mendapatkan informasi mengenai perilaku pelaku yang dianggap tidak wajar oleh warga sekitar selama berada di kawasan tersebut.

ÔÇ£Berdasarkan keterangan dari anggota, diduga pelaku agak kurang, atau alami gangguan jiwa,ÔÇØ kata Suparmin.

Pihak kepolisian juga mengonfirmasi telah mendatangi warteg terkait guna mendengarkan kronologi langsung dari pihak yang dirugikan. Langkah ini diambil guna melengkapi berkas penyelidikan dan memastikan keamanan di lingkungan masyarakat tetap terjaga.

ÔÇ£Kami sudah cek ke lokasi kejadian dan bertemu langsung dengan korbannya,ÔÇØ ujarnya.

Korban yang merupakan penjaga warteg bernama Tsani Sholehatun menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat seorang pria asing mendatangi tempat usahanya. Meski Tsani telah memberikan uang sebesar Rp 2.000 agar pria tersebut pergi, pelaku justru tetap bertahan dan melakukan intimidasi secara verbal.

ÔÇ£Bapak kan minta, ya? Saya sudah bilang maaf, Pak. Bapak masih maksa!ÔÇØ ujar Tsani dalam rekaman video yang beredar.

Kondisi semakin memanas ketika pria itu melontarkan pernyataan bernada mengancam kepada korban di depan pelanggan lainnya. Pelaku merasa tersinggung dengan ucapan korban meskipun dirinya telah menerima sejumlah uang tunai.

ÔÇ£Dua kali ya saya bilang. Anda orang kaya, seenaknya ya mulut Anda! Jangan sok pamer mulut Anda! Tangan saya di atas lho, Bu! Kalau maksa, enggak permisi saya. Saya hargain Anda perempuan, saya hargain Anda manusia. Jaga mulut Anda! Enggak tahukah mulutmu adalah harimaumu?ÔÇØ ucap pria tersebut.

Melalui keterangan tambahan yang dibagikan secara digital, Tsani mengungkapkan kekhawatiran atas keselamatan dirinya dan warung tempatnya bekerja. Ia mengaku pelaku sempat melontarkan beberapa ancaman perusakan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.

ÔÇ£Terakhir sebelum pergi bilang ÔÇÿawas ketemu di jalanÔÇÖ, ÔÇÿawas saya bakal balik lagiÔÇÖ, ÔÇÿjangan salahin kalau rusak-rusakÔÇÖ,ÔÇØ tulis Tsani.

Artikel terkait

Rekomendasi