Polisi Periksa Sopir Taksi Online dan Masinis Kecelakaan Bekasi Timur

Polisi Periksa Sopir Taksi Online dan Masinis Kecelakaan Bekasi Timur
Foto: Ilustrasi Polisi Periksa Sopir Taksi Online dan Masinis Kecelakaan Bekasi Timur.

Penyidik kepolisian menjadwalkan pemeriksaan terhadap sopir taksi online dan masinis guna mendalami insiden kecelakaan beruntun di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Langkah hukum ini diambil untuk membedah kronologi peristiwa yang merenggut belasan nyawa penumpang tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan konfirmasi mengenai rencana pemanggilan kedua pihak tersebut. Dilansir dari Megapolitan, kepolisian memerlukan keterangan langsung untuk menetapkan titik terang atas tragedi di perlintasan sebidang Jalan Ampera.

ÔÇ£(Mereka) Dijadwalkan untuk diperiksa guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut,ÔÇØ kata Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya.

Pemeriksaan ini bertitik tolak pada laporan awal yang menyebutkan sebuah mobil taksi online terhenti tepat di tengah rel. Kendaraan listrik tersebut disinyalir mengalami malfungsi mesin sehingga menghambat jalur kereta api yang akan melintas.

ÔÇ£Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu kejadian awal,ÔÇØ kata Budi Hermanto.

Budi menambahkan bahwa keberadaan taksi online yang mogok mengakibatkan KRL jurusan Cikarang tertahan di area stasiun. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi datang dari arah belakang dan menghantam rangkaian KRL tersebut.

ÔÇ£Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka,ÔÇØ kata Budi Hermanto.

Data terkini menunjukkan kecelakaan pada Senin malam pukul 20.52 WIB itu berdampak pada 109 penumpang. Hingga Rabu (29/4/2026) pagi, total korban meninggal dunia mencapai 16 orang, sementara 90 orang lainnya menjalani perawatan akibat luka-luka.

Para korban luka telah dievakuasi ke delapan rumah sakit di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi dan RS Siloam Bekasi Timur. Di sisi lain, tercatat sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan berada dalam kondisi selamat tanpa luka serius.

Kepolisian saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Tim penyidik juga melakukan pencocokan data dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di KM 28+920 guna melengkapi berkas penyelidikan.

Artikel terkait

Rekomendasi