Polisi Cegah 51 Jemaah Haji Ilegal di Bandara Soekarno Hatta

Polisi Cegah 51 Jemaah Haji Ilegal di Bandara Soekarno Hatta
Foto: Ilustrasi Polisi Cegah 51 Jemaah Haji Ilegal di Bandara Soekarno Hatta.

Satgas Haji Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan keberangkatan 51 jemaah haji non-prosedural yang terjebak sindikat penipuan pada Rabu (6/5/2026). Puluhan jemaah tersebut diketahui dijaring melalui kelompok-kelompok pengajian dengan iming-iming biaya perjalanan yang lebih murah.

Aksi pencegahan ini dilakukan setelah petugas melakukan pengawasan ketat terhadap dokumen perjalanan para calon jemaah. Dilansir dari Detikcom, para korban dipatok harga berkisar antara Rp 200 juta sampai Rp 250 juta untuk dapat berangkat ke tanah suci tanpa melalui jalur resmi.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono, menyebutkan bahwa angka tersebut merupakan total temuan dari hasil kerja sama antara kepolisian dan pihak Imigrasi.

"Itu (angka 51 jemaah) akumulasi ya, dari temuan Polres dan Imigrasi. Mereka diimingi oleh orang-orang tertentu, biasanya informasinya diperoleh dari grup-grup pengajian," ujar Yandri Mono, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta.

Sindikat ini menerapkan strategi khusus dengan tidak langsung memberangkatkan jemaah ke Arab Saudi guna menghindari deteksi dini oleh petugas bandara. Mereka menggunakan rute transit di negara tetangga sebagai batu loncatan.

"Modusnya, mereka berangkat dulu ke Singapura atau Malaysia. Nanti dari sana baru ada tiket terusannya ke Timur Tengah. Mereka berhasil lolos (dari pengecekan awal) karena tidak memperlihatkan kalau tujuan akhirnya adalah untuk naik haji," jelas Yandri Mono, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta.

Selain rute transit, kelompok ini juga menyalahgunakan visa kerja yang dilampiri dokumen pendukung palsu yang tidak sesuai dengan peruntukan ibadah haji. Saat ini, Satgas Haji yang melibatkan Bareskrim Polri, Kementerian Haji, dan Imigrasi terus memperketat pengawasan di pintu keluar internasional.

"Kami terus melakukan pendalaman. Banyak dari jemaah yang sebenarnya tidak sadar bahwa dokumen yang mereka pegang itu salah peruntukan. Inilah yang sedang kami bongkar agar sindikat utamanya segera tertangkap," pungkas Yandri Mono, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta.

Artikel terkait

Rekomendasi