Aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap seorang sopir angkutan kota (angkot) berinisial P (38) yang diduga membakar rekannya sendiri, S (52), di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Insiden tragis ini dipicu oleh perselisihan terkait antrean penumpang pada Sabtu (25/4/2026).
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian di Jalan KH Masmansyur, tepat di depan Kantor Kecamatan Kebon Melati, tak lama setelah melancarkan aksinya. Hingga kini, upaya pencarian intensif masih terus dilakukan oleh unit reserse setempat.
"Masih dalam proses pencarian petugas," ucap Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo ketika dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (26/4/2026).
Penjelasan lebih lanjut dari AKBP Dhimas Prasetyo menunjukkan bahwa kepolisian telah menyisir berbagai lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pria tersebut. Namun, pencarian di kediaman pelaku maupun titik-titik lainnya sejauh ini belum membuahkan hasil karena keberadaannya yang belum ditemukan.
Peristiwa pembakaran ini bermula saat korban sedang menunggu penumpang atau mengetem sekitar pukul 09.00 WIB. Dilansir dari Megapolitan, pelaku P dilaporkan menyerobot barisan antrean korban yang seharusnya ditaati oleh sesama pengemudi angkutan kota di lokasi tersebut.
Teguran yang dilayangkan S agar pelaku tertib dalam mengantre justru dibalas dengan luapan emosi oleh P. Setelah sempat meninggalkan lokasi, pelaku kembali dengan kendaraannya dan berhenti tepat di samping angkot milik korban untuk melakukan penyerangan secara tiba-tiba.
P menyiramkan bahan bakar jenis bensin ke tubuh S melalui pintu angkot yang terbuka, kemudian menyulutnya menggunakan korek api. Kobaran api seketika menghanguskan kendaraan serta menyebabkan luka bakar serius pada punggung, bokong, dan tangan kiri korban.
Korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis intensif, sementara kendaraan angkotnya dilaporkan ludes terbakar sepenuhnya akibat insiden tersebut. Saat ini, korban masih menjalani perawatan akibat luka-luka yang dideritanya.