Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam melayangkan tuduhan kejahatan perang terhadap Israel menyusul serangan di selatan Lebanon pada Rabu (22/4/2026). Dilansir dari Kompas, operasi militer tersebut mengakibatkan seorang jurnalis tewas dan satu jurnalis lainnya mengalami luka-luka.
Korban tewas diidentifikasi sebagai Amal Khalil, wartawan dari surat kabar Al-Akhbar yang sedang bertugas saat insiden terjadi. Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa Khalil merupakan pekerja media keempat yang gugur akibat serangan Israel di wilayah tersebut sejak Maret lalu.
Selain Khalil, fotografer lepas Zeinab Faraj dilaporkan terluka dalam kejadian yang sama. Keduanya sedang berlindung di sebuah gedung ketika bangunan itu dihantam tembakan, sementara otoritas Lebanon menyebut pasukan Israel berupaya menghalangi tim medis melakukan evakuasi.
"Menargetkan jurnalis dan mencegah akses tim penyelamat dari menyelamatkan mereka, dan kemudian menyerang tim tersebut ketika mereka tiba, bisa digambarkan sebagai kejahatan perang," ujar Salam dalam posting di media sosial X, dikutip dari CNN.
Penegasan mengenai pola serangan sistematis juga disampaikan oleh pemimpin pemerintahan Lebanon tersebut. Ia menilai tindakan militer Israel terhadap jurnalis bukan lagi merupakan kejadian yang berdiri sendiri atau tidak sengaja.
"Mereka telah menetapkan metode yang kami kecam," ujar Salam.
Pihak militer Israel secara resmi mengakui bahwa dua jurnalis tersebut terluka akibat operasi mereka. Namun, mereka memberikan pembelaan dengan menegaskan tidak melakukan penargetan secara sengaja terhadap para pekerja media di lapangan.
Pernyataan militer Israel mengklaim telah melakukan tindakan untuk mengurangi dampak buruk terhadap jurnalis. Langkah-langkah tersebut diklaim tetap memprioritaskan keselamatan serta keamanan pasukan mereka di zona konflik.
Kematian Khalil menambah daftar panjang korban jurnalis di wilayah tersebut. Berdasarkan data dari Committee to Protect Journalists (CPJ), jumlah wartawan yang terbunuh oleh Israel di Timur Tengah telah mencapai 262 orang.
"mesti menjadi peringatan keras bagi masyarakat internasional untuk menegakkan hukum internasional, segera menyelidiki pembunuhan 262 wartawan oleh Israel di kawasan ini, dan meminta pertanggungjawaban seluruh yang terlibat," kata CPJ dalam pernyataan kepada Al Jazeera.
NNA mengabarkan bahwa Palang Merah akhirnya berhasil mengevakuasi Faraj ke rumah sakit. Evakuasi medis tersebut tetap berlangsung di tengah situasi serangan yang masih dilakukan oleh pasukan Israel.