Platform media sosial X, yang dahulu dikenal sebagai Twitter, kini menerapkan kebijakan baru dengan membatasi jumlah unggahan bagi para pengguna tanpa centang biru. Pengguna diwajibkan untuk berlangganan layanan X Premium jika ingin membagikan konten tanpa adanya batasan kuota harian.
Kebijakan pengetatan ini dilansir dari Detik iNET melalui pengumuman resmi di laman X Help Center. Akun yang tidak memiliki verifikasi centang biru kini hanya diperbolehkan mengunggah maksimal 50 postingan original serta memberikan 200 balasan setiap harinya.
Aturan pembatasan yang ketat tersebut berlaku secara menyeluruh di semua ekosistem perangkat. Batasan kuota harian ini mencakup aktivitas pengguna dari situs web, aplikasi mobile, ponsel, hingga integrasi API.
Jika dibandingkan dengan data lama di Internet Archive, batasan baru ini merosot tajam dari aturan sebelumnya. Pada regulasi terdahulu, platform X memberikan kelonggaran hingga 2.400 postingan per hari untuk setiap akun.
Hingga saat ini, halaman X Help Center yang telah diperbarui sebenarnya masih mencantumkan rujukan kuota lama sebesar 2.400 postingan. Kendati demikian, sistem X akan langsung mengirimkan notifikasi berupa pesan error begitu pengguna melewati batas baru.
"Jika Anda mencapai batas, kami akan memberi tahu Anda dengan pesan error yang menunjukkan batas mana yang telah Anda capai," tulis X di laman Help Center, seperti dikutip detikINET, Selasa (19/5/2026).
"Untuk batas yang berbasis waktu (seperti Direct Messages, postingan, perubahan email akun, dan permintaan API), Anda akan bisa mencoba lagi setelah batas waktu tersebut berakhir," sambungnya.
Langkah pengetatan kuota ini disinyalir menjadi bagian dari strategi manajemen untuk menekan peredaran spam dan akun bot. Sebelumnya, X juga sempat meluncurkan fitur 'tentang akun ini' pada Oktober 2025 untuk mendeteksi lokasi asli pengguna.
Kebijakan baru ini memicu gelombang protes dari para pengguna setia yang menolak membayar langganan Premium demi bisa memposting. Banyak pihak memprediksi bahwa langkah ekstrem ini justru akan memicu eksodus pengguna massal dari X.
"Sangat mudah untuk melampaui batas 50 postingan per hari jika ada cuaca buruk. Pembaruan yang sangat buruk sekali bagi kami yang tidak ingin mengeluarkan lebih banyak uang kepada seorang miliarder," tulis pakar meteorologi Sam Kuffel dalam postingannya di X.
"Mereka melakukan segala cara untuk memaksa orang-orang agar mau membayar lol. Saya tetap tidak akan membayarnya dan tidak akan pernah," ujar pengguna X SJBasketbal8.
"Tidak pernah ada website yang membenci penggunanya sendiri seperti x dot com di bawah kepemimpinan Elon Musk," ujar mattxiv.
Bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas unggah tanpa batas, X menyediakan opsi langganan Premium paket Basic yang paling ekonomis. Paket berlangganan ini ditawarkan dengan harga Rp 31.000 per bulan atau Rp 325.000 untuk langganan satu tahun.
Di luar aturan ketat untuk akun gratisan, pihak X juga menerapkan regulasi batasan umum yang berlaku bagi seluruh pemilik akun. Setiap pengguna kini dibatasi hanya bisa mengirim 500 pesan DM per hari dan mengubah email maksimal empat kali per jam.
Selain itu, terdapat pembatasan aktivitas jaringan yang membatasi pengguna untuk mengikuti maksimal 400 akun baru per hari. X juga membatasi akumulasi jumlah akun yang diikuti hingga maksimal 5.000 akun secara keseluruhan.