PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) membidik pertumbuhan kinerja keuangan hingga akhir tahun 2026 setelah mencatatkan hasil positif pada kuartal pertama. Emiten pengelola jaringan restoran CFC ini menargetkan kenaikan pendapatan sekitar 5 persen serta pertumbuhan laba bersih berkisar 10 persen hingga 15 persen.
Pertumbuhan performa perseroan disokong oleh pencapaian kuartal I-2026 dengan raihan pendapatan usaha sebesar Rp 204,5 miIiar, seperti dilansir dari Investasi. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 21 persen dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yang bernilai Rp 169,2 miliar. Sementara itu, laba tahun berjalan perusahaan melonjak signifikan dari Rp 954 juta menjadi Rp 19,2 miliar karena terkonsentrasinya momentum Lebaran di bulan Maret.
Target peningkatan laba bersih tersebut disampaikan langsung oleh jajaran direksi dalam acara pemaparan publik yang digelar pada Senin (18/5/2026).
ÔÇ£Untuk bottom line, saat ini kami masih menargetkan pertumbuhan sekitar 10%-15%,ÔÇØ ujar Direktur PTSP Teh Kian Kun, dalam paparan publik, pada Senin (18/5/2026).
Manajemen perseroan menyiapkan strategi ekspansi dengan rencana membuka 20 outlet baru sepanjang 2026 di area publik, pusat perbelanjaan, hingga tempat hiburan demi mendukung pertumbuhan top line. Selain penambahan gerai baru, langkah penguatan juga dilakukan pada pertumbuhan penjualan outlet yang sudah beroperasi melalui peluncuran produk baru yang sesuai tren pasar.
ÔÇ£Salah satu cara yang kita genjot adalah menciptakan produk-produk baru yang sesuai dengan tren pasar saat ini,ÔÇØ ungkap Wakil Direktur Utama PTSP, Edi Triyento.
Beberapa produk inovasi yang dirilis sejak tahun lalu diakui manajemen mendapatkan sambutan yang baik dari konsumen.
ÔÇ£Di antaranya yang kemarin animonya bagus adalah ayam bakar samyang. Kemudian di akhir 2025 kita juga meluncurkan nasi daun jeruk dan animonya juga bagus,ÔÇØ jelasnya.
Manajemen juga menerapkan strategi efisiensi internal guna memitigasi kenaikan harga bahan baku kemasan plastik serta menjaga stabilitas harga jual di tengah pelemahan daya beli masyarakat. Kontrak kerja sama jangka panjang dengan pemasok diterapkan untuk bahan baku utama seperti ayam sehingga fluktuasi harga tidak berpengaruh langsung.
ÔÇ£Sampai hari ini belum ada pengaruh secara langsung karena fluktuasi tadi, karena kerja samanya bersifat jangka panjang,ÔÇØ tambahnya.
Pihak perusahaan kini mulai memperkuat kanal digital dan online untuk mengantisipasi potensi perlambatan transaksi offline.
ÔÇ£Tahun lalu Lebaran terbagi di Maret and April, sedangkan tahun ini Lebaran fokus di bulan Maret, sehingga pertumbuhan kuartal I tahun ini kenaikannya cukup signifikan,ÔÇØ pungkasnya.