PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil meningkatkan kinerja produksi migas lepas pantai di utara Jawa Barat melalui sumur pengembangan LLA-6 di Platform LLA pada 2 Mei 2026.
Pencapaian dari sumur baru tersebut mencatat angka produksi tinggi sebesar 1.321 barel minyak per hari (BOPD) dan gas mencapai 2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), seperti dilansir dari Media Indonesia.
Aliran hidrokarbon dari sumur minyak ini mengalir secara natural dengan kadar Basic Sediment and Water (BSW) sebesar 0% yang menunjukkan kemurnian minyak tanpa kandungan air.
Keberhasilan proyek ini diperoleh setelah melalui evaluasi mendalam dan pembelajaran dari pengerjaan proyek sumur pada tahun sebelumnya di area target yang sama.
"Keberhasilan sumur LLA-6 ini kami dapatkan dari lesson learned Sumur LLE-5ST yang kami bor tahun lalu," ujar Adang Sukmatiawan, Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE ONWJ.
Penyempurnaan strategi serta formulasi pengeboran dilakukan karena lapisan target yang dibidik sama sehingga hasil produksi menjadi lebih optimal.
Pengeboran sumur LLA-6 dimulai sejak 24 Maret 2026 menggunakan Rig PVD-II hingga mencapai kedalaman akhir 5.407 feet measured depth (ftMD) atau setara 3.561 feet true vertical depth (ftTVD) dalam waktu 33 hari.
Aktivitas di Anjungan LLA tersebut menjadi pengeboran pertama setelah platform tersebut tidak mengalami aktivitas operasional serupa selama lebih dari 24 tahun.
Tim subsurface berhasil mengatasi berbagai hambatan teknis seperti risiko shallow gas hazard, bubble dasar laut, hingga potensi kehilangan fluida pengeboran melalui penerapan studi geomekanik dan program pengeboran terintegrasi.
Berdasarkan data lapangan terkini, biaya pengeboran sumur LLA-6 juga sangat efisien karena hanya menghabiskan sekitar 61,5% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui SKK Migas atau hemat hampir 40%.
"Eksekusi rencana kerja yang aman, tuntas lebih cepat, dan dengan hasil yang jauh lebih baik ini merupakan pembuktian dari spirit PHE ONWJ, yakni Safer, Faster, Better," ujar Muzwir Wiratama, General Manager PHE ONWJ.
Manajemen PHE ONWJ kini langsung mengalihkan fokus operasional menuju pengeboran sumur berikutnya, yaitu LLA-5 dan LLA-7.