PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil memproduksi minyak murni sebesar 1.321 barel per hari (BOPD) dan gas 2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari sumur pengembangan LLA-6 di Platform LLA perairan utara Jawa Barat pada Senin (18/12/2026), dilansir dari Detik Finance.
Semburan hidrokarbon dari sumur tersebut mengalir deras secara alami dengan kadar air nol persen. Keberhasilan ini didorong oleh kelancaran operasi di laut dari fase pengeboran hingga uji alir produksi yang selesai dalam waktu 33 hari.
Sumur LLA-6 ditajak sejak 24 Maret 2026 secara terarah menggunakan Rig PVD-II hingga kedalaman akhir 5.407 kaki kedalaman terukur atau setara 3.561 feet true vertical depth (ftTVD). Pengeboran ini menjadi aktivitas pertama di Anjungan LLA setelah lebih dari 24 tahun tidak beroperasi.
Formulasi pengeboran disempurnakan berdasarkan pengalaman dari Sumur LLE-5ST yang dibor tahun lalu pada lapisan target yang sama. Hasil evaluasi tersebut membantu tim mitigasi mengatasi risiko tantangan geologi di Platform LLA seperti gelembung gas bawah laut dan hilangnya cairan pengeboran.
"Keberhasilan sumur LLA-6 ini kami dapatkan dari lesson learned Sumur LLE-5ST yang kami bor tahun lalu. Mengingat lapisan targetnya sama, formulasi dan strateginya kami sempurnakan. Hasilnya terbukti, kami bisa mendapatkan produksi yang sangat baik dengan eksekusi yang jauh lebih matang," ungkap Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE ONWJ, Adang Sukmatiawan dalam keterangan tertulis.
Data dari Sumur LLA-6 menunjukkan potensi yang lebih besar dari lapisan LL-30 di area baru selatan untuk dikembangkan melalui pengeboran berikutnya. Durasi pengerjaan yang singkat juga menekan total biaya hingga hanya menyerap 61,5 persen dari anggaran yang disetujui SKK Migas.
"Eksekusi rencana kerja yang aman, tuntas lebih cepat, dan dengan hasil yang jauh lebih baik ini merupakan pembuktian dari spirit PHE ONWJ, yakni "Safer, Faster, Better". Keberhasilan ini sangat istimewa karena kita tidak hanya memikirkan seberapa besar lifting yang didapat, tapi juga seberapa efisien biaya yang dikeluarkan," tegas General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama.
Manajemen PHE ONWJ kini langsung mengalihkan fokus operasional armada dan tim untuk mengejar target produksi selanjutnya. Persiapan mata bor mulai dilakukan untuk menembus target baru di Sumur LLA-5 dan LLA-7.
"Masih ada beberapa rencana kerja bor dengan target lapisan yang sama ke depannya. Mohon doa agar hasil dari Sumur LLA-5 dan Sumur LLA-7 nanti bisa menyamai, atau bahkan lebih baik. Kami selalu melakukan ikhtiar dan doa terbaik untuk menggenjot produksi migas Indonesia. Bersama kita bisa," tutup Muzwir Wiratama.