Pertamina Geothermal Energy Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi

Pertamina Geothermal Energy Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
Foto: Ilustrasi Pertamina Geothermal Energy Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperkuat efisiensi energi dan menekan emisi di seluruh lini bisnis guna memperluas pemanfaatan panas bumi rendah karbon. Langkah strategis ini dilaporkan pada Jumat (15/5/2026) sebagai bentuk dukungan terhadap target Net Zero Emission Indonesia.

Penguatan implementasi operasi berkelanjutan tersebut dilakukan untuk berkontribusi pada Nationally Determined Contribution (NDC). Berdasarkan informasi yang dilansir dari Money, praktik keberlanjutan secara konsisten menjadi kunci pengembangan panas bumi yang andal serta kompetitif di pasar energi.

"Pengembangan panas bumi tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih. PGE juga memastikan seluruh operasional dijalankan secara bertanggung jawab, efisien, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar," ujar Andi Joko Nugroho, Direktur Operasi PGE.

Pihak manajemen menegaskan bahwa penguatan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) tetap menjadi prioritas utama perusahaan di masa mendatang. Hal ini diwujudkan melalui empat pilar utama yang mencakup alam, emisi nol, masyarakat, serta katalis transformasi.

"Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan empat pilar keberlanjutan PGE, yaitu Nature, Zero Emission, People & Socioeconomics, serta Transformation Catalyst," ujar Andi.

Transparansi dalam implementasi keberlanjutan juga menjadi perhatian serius perseroan dengan mengacu pada standar pelaporan global yang ketat. Seluruh laporan telah diverifikasi oleh lembaga independen berlisensi AA1000 dengan kualifikasi khusus guna menjamin akurasi data.

"Seluruh implementasi keberlanjutan perseroan dijalankan secara transparan dengan mengacu pada standar pelaporan global," ujar Andi.

Data Laporan Keberlanjutan 2025 menunjukkan lonjakan penghematan energi yang mencapai 90.502,28 MWh, naik drastis dari angka 40.058,77 MWh pada tahun sebelumnya. Optimalisasi operasional seperti debottlenecking di Area Ulubelu dan penggunaan vacuum pump menjadi faktor utama pencapaian tersebut.

PGE juga mencatatkan rasio intensitas energi sebesar 0,037 MWh/MWh atau mengalami penurunan sebesar 10,10 persen. Sementara itu, intensitas emisi berada pada angka 41,12 g CO2e/kWh, jauh di bawah batas maksimum regulasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia.

Aspek pengelolaan limbah non-B3 turut diperkuat melalui metode 4R yang berhasil mengelola 17 ton limbah sepanjang 2025. Selain itu, konsumsi air perseroan turun signifikan sebesar 33,31 persen menjadi 262,24 megaliter dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Statistik Keberlanjutan PGE 2025
IndikatorTahun 2024Tahun 2025
Penghematan Energi (MWh)40.058,7790.502,28
Volume Limbah Non-B3 (Ton)13,6617,00
Konsumsi Air (Megaliter)393,23262,24

Upaya berkelanjutan ini membawa PGE meraih skor Sustainalytics ESG Risk Rating sebesar 7,1 yang masuk dalam kategori risiko dapat diabaikan. Capaian ini menempatkan perseroan dalam daftar Top 50 ESG Global dan meraih 20 penghargaan PROPER Emas hingga tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi