Konsorsium PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE bersama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menetapkan kesepakatan tarif listrik dengan PT PLN (Persero). Langkah ini ditujukan bagi pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Bottoming Unit yang memiliki kapasitas 15 megawatt (MW).
Dikutip dari Investortrust, komitmen tersebut diresmikan melalui penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Tarif di Bandung pada Jumat (10/4/2026). Proses ini menjadi fase krusial dalam pengadaan pembangkit lewat skema independent power producer (IPP) sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan kelanjutan kolaborasi bersama PLN IP demi mendorong percepatan transisi energi bersih di tingkat nasional.
"Kami menyambut baik progres proyek ini yang berjalan sesuai rencana. Teknologi bottoming memungkinkan potensi panas bumi dari operasi eksisting dimanfaatkan secara lebih optimal," kata Yani dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Melalui implementasi teknologi ini, panas sisa yang sebelumnya terbuang dapat diubah menjadi pasokan listrik. Sistem tersebut diklaim mampu mendongkrak efisiensi pembangkitan sekaligus memperkuat porsi panas bumi dalam bauran energi bersih domestik.
"Ke depan, kami siap melanjutkan proyek ini ke tahap selanjutnya agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,ÔÇØ ujar Ahmad Yani.
PLTP Lahendong Bottoming Unit mengoperasikan teknologi binary atau bottoming cycle. Metode kerja sistem ini bertumpu pada pemanfaatan kembali energi panas sisa dari aktivitas pembangkit panas bumi yang telah beroperasi guna memproduksi daya listrik tambahan.
Setelah finalisasi tarif, proyek ini dijadwalkan memasuki beberapa fase krusial. Tahapan tersebut meliputi pembentukan perusahaan patungan (joint venture), pengerjaan engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC), hingga penyusunan power purchase agreement (PPA).
Pihak manajemen menargetkan infrastruktur energi hijau ini dapat mencapai tahap commercial operation date (COD) pada tahun 2028.
Sebelum kesepakatan ini, PGE dan PLN IP juga telah mengunci kesepakatan harga untuk proyek PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW pada akhir Desember 2025. Dua proyek strategis tersebut merupakan bagian dari sinergi afiliasi BUMN di bawah PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) untuk mengoptimalkan energi panas bumi pada 19 proyek eksisting berkapasitas total sekitar 530 MW.