PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) area Lahendong meluncurkan inovasi pupuk booster katrili berbasis silika dari fluida panas bumi di Tomohon, Sulawesi Utara, pada Jumat (28/3/2025). Produk ini dirancang untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memperkuat daya tahan tanaman terhadap serangan hama.
Dilansir dari Investortrust, inovasi tersebut menjadi solusi bagi para petani lokal dalam menghadapi masalah kelangkaan pupuk di wilayah tersebut. Penggunaan perdana pupuk ini dilakukan melalui penyemprotan langsung pada lahan padi di Lao-Lao Geothermal Park yang melibatkan kelompok tani setempat.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Julfi Hadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi energi panas bumi di luar sektor kelistrikan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kemandirian sektor pangan di Indonesia.
"Kegiatan ini menjadi bukti bahwa panas bumi tidak hanya berperan dalam transisi energi bersih, tetapi meningkatkan ketahanan pangan nasional," kata Julfi.
PGE area Lahendong mengembangkan pupuk tersebut melalui kolaborasi riset dengan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). Produk booster katrili mengintegrasikan endapan silika hasil sampingan panas bumi dengan teknologi nano dan campuran kitosan untuk menciptakan pupuk yang ekonomis.
"Inovasi ini membuka peluang lebih luas pemanfaatan energi panas bumi di luar sektor kelistrikan," kata Julfi.
Selain inovasi di bidang pertanian, perusahaan juga sedang mengembangkan pemanfaatan panas bumi untuk proses pengolahan gula aren. Langkah ini dilakukan melalui kemitraan dengan PT Gunung Hijau Masarang sebagai upaya memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar area operasional.
Berkat konsistensi dalam pengelolaan lingkungan dan sosial, PGE Area Lahendong meraih penghargaan platinum pada ajang The 17th Annual Global CSR & ESG Summit and Awards 2025 di Ho Chi Minh City, Vietnam. Penghargaan kategori Best Country Excellence in Indonesia ini diberikan atas keberhasilan pengolahan produk sampingan panas bumi.
"Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan regulasi, tetapi sudah menjadi budaya di seluruh area operasional," ujar Julfi.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan energi hijau yang berkelanjutan guna menyokong ketahanan energi nasional. Inovasi teknologi seperti ini dipandang sebagai jembatan untuk membawa manfaat panas bumi lebih dekat dengan kebutuhan harian masyarakat luas.
"Melalui inovasi, seperti pupuk booster katrili, PGE menunjukkan energi panas bumi dapat membawa manfaat lebih luas bagi kehidupan sehari-hari," kata Julfi.