Kunjungan Wisman Kuartal I/2026 Tumbuh 8,62 Persen di Tengah Geopolitik

Kunjungan Wisman Kuartal I/2026 Tumbuh 8,62 Persen di Tengah Geopolitik
Foto: Ilustrasi Kunjungan Wisman Kuartal I/2026 Tumbuh 8,62 Persen di Tengah Geopolitik.

Kementerian Pariwisata mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 8,62 persen secara tahunan pada kuartal I/2026 di tengah kendala konektivitas udara akibat konflik geopolitik. Pada Minggu (10/5/2026), pemerintah melaporkan total kunjungan mencapai 3,44 juta meskipun arus masuk dari wilayah Timur Tengah dan Eropa mengalami penurunan signifikan.

Dilansir dari Ekonomi, fluktuasi pasar global menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan poros penting di Timur Tengah. Penutupan wilayah udara tersebut berdampak langsung pada angka kunjungan dari kawasan tersebut dan Amerika.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri mengungkapkan bahwa resiliensi pariwisata nasional terlihat dari tetap tumbuhnya kunjungan pada Maret 2026 yang menyentuh angka 1,09 juta. Widiyanti memberikan keterangan melalui saluran resmi terkait capaian positif di tengah tekanan eksternal tersebut.

"Ini adalah capaian yang patut kita syukuri karena di saat kita memperkirakan tekanan terhadap kunjungan akibat kondisi geopolitik global, pariwisata Indonesia justru menunjukkan resiliensinya," kata Widiyanti, Menteri Pariwisata.

Data kementerian menunjukkan penurunan terdalam dialami wisatawan asal Timur Tengah sebesar 9,51 persen pada Maret 2026, diikuti penurunan pasar Eropa sebanyak 8,5 persen. Sementara itu, pertumbuhan kunjungan dari kawasan Amerika tercatat melambat dengan kenaikan tipis hanya 1,55 persen.

Langkah strategis diambil pemerintah melalui pengalihan fokus pada diversifikasi pasar seperti kawasan Oceania yang tumbuh 19,32 persen dan Asia Tenggara sebesar 18,84 persen. Strategi ini dimaksudkan untuk menjaga momentum stabilitas sektor pariwisata nasional.

"Ini menunjukkan bahwa diversifikasi pasar menjadi sangat penting. Kita tidak boleh terlalu tergantung pada satu kawasan saja. Ketika satu pasar mengalami tekanan, pasar lain harus mampu menopang pertumbuhan," ujar Widiyanti.

Pemerintah tetap memprioritaskan kualitas kunjungan mengingat segmen pasar yang menurun merupakan kelompok dengan durasi tinggal paling lama. Widiyanti menegaskan bahwa angka kunjungan semata tidak bisa menjadi satu-satunya parameter keberhasilan sektor ini.

"Kita tetap harus menjaga kualitas kunjungan, nilai belanja wisatawan, dan lama tinggal wisatawan di Indonesia," tandasnya.

Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran wisman pada kuartal I/2026 berada pada angka US$1.345,61 per kunjungan. Nilai ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya maupun triwulan sebelumnya.

Alokasi belanja terbesar wisatawan asing digunakan untuk sektor akomodasi yang mencapai 37,23 persen dari total pengeluaran. Sisanya dialokasikan untuk kebutuhan makan dan minum sebesar 20,17 persen serta belanja cendera mata yang mencapai 11,06 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi