Jumlah SPKLU Indonesia Tembus 4.769 Unit per Awal 2026

Jumlah SPKLU Indonesia Tembus 4.769 Unit per Awal 2026
Foto: Ilustrasi Jumlah SPKLU Indonesia Tembus 4.769 Unit per Awal 2026.

Pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dengan pencapaian 4.769 unit di 3.097 titik lokasi pada awal 2026. Ekspansi infrastruktur ini difokuskan pada jalur strategis guna mendukung peningkatan populasi kendaraan listrik nasional.

Data tersebut mencerminkan upaya PT PLN (Persero) dalam memperluas sebaran fasilitas pengisian daya, terutama di sepanjang Tol Trans Sumatra dan Jawa. Penempatan unit pengisian kini semakin rapat di ruas jalan utama untuk melayani pengguna saat periode arus mudik, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Pengamat otomotif Hendra Noor Saleh menilai bahwa ketersediaan infrastruktur pengisian daya akan terus menyesuaikan dengan volume kendaraan yang beredar di pasar. Penyesuaian pasokan ini dianggap sebagai respon alami terhadap kenaikan permintaan dari masyarakat, Sabtu (25/4/2026).

"Ketika permintaan meningkat, pasokan akan mengikuti," ujar Hendra.

Hendra menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah SPKLU pada masa lalu merupakan dampak dari populasi mobil listrik yang masih minim. Namun, kondisi tersebut bukan merupakan rintangan tetap bagi ekosistem kendaraan listrik di tanah air.

"Kenapa dulu SPKLU belum banyak? Karena jumlah mobil listriknya masih sedikit. Tapi kalau permintaan naik, pasti akan ikut berkembang," kata Hendra.

Selain fasilitas publik, tren penggunaan perangkat pengisian daya mandiri di kediaman konsumen atau home charging mulai menjadi standar baru. Hendra menekankan bahwa fasilitas ini menjadi solusi efektif dalam mengurangi ketergantungan pemilik kendaraan terhadap keberadaan SPKLU untuk pemakaian rutin sehari-hari.

Artikel terkait

Rekomendasi