Penerimaan Pajak April 2026 Tumbuh 18 Persen Lampaui Target Maret

Penerimaan Pajak April 2026 Tumbuh 18 Persen Lampaui Target Maret
Foto: Ilustrasi Penerimaan Pajak April 2026 Tumbuh 18 Persen Lampaui Target Maret.

Direktorat Jenderal Pajak mencatatkan pertumbuhan penerimaan pajak di atas 18 persen secara tahunan hingga Rabu, 29 April 2026, meski angka tersebut menunjukkan tren melambat dibandingkan realisasi bulan sebelumnya. Pencapaian ini dilaporkan oleh Ekonomi sebagai bagian dari pemantauan target fiskal tahunan.

Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Maret 2026 menunjukkan bahwa setoran pajak telah terkumpul sebanyak Rp394,8 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 16,7 persen dari total target penerimaan sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp2.357,7 triliun.

Pejabat Pajak, Bimo, memberikan keterangan mengenai capaian sementara tersebut di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Pusat pada Kamis, 30 April 2026. Ia menekankan bahwa tren pertumbuhan tetap terjaga di zona positif selama empat bulan pertama tahun ini.

"Jadi sampai 29 April kemarin itu pertumbuhan masih sangat positif di atas 18%, Januari sampai 29 April," terangnya kepada wartawan di KPP Madya Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).

Kepastian mengenai terpenuhinya target setoran bulan April masih menunggu pengumpulan seluruh data yang dijadwalkan selesai pada hari ini. Kondisi tersebut juga akan menjadi dasar pertimbangan bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait kebijakan durasi pembayaran pajak tahunan perusahaan.

Bimo menjelaskan bahwa pihaknya perlu meninjau data final sebelum memutuskan apakah akan ada perpanjangan periode pembayaran SPT Badan yang masa berlakunya berakhir pada Kamis, 30 April 2026. Saat ini, relaksasi pelaporan SPT telah disetujui oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hingga akhir Mei mendatang.

Meskipun terdapat penurunan persentase pertumbuhan dari 20,7 persen pada Maret menjadi 18 persen pada April, otoritas pajak menolak anggapan bahwa kinerja sedang lesu. Penurunan kecepatan pertumbuhan ini sudah terlihat sejak awal tahun, di mana pada dua bulan pertama pertumbuhan sempat menyentuh angka di atas 30 persen.

Faktor hari libur nasional dan perayaan keagamaan seperti Idulfitri, Nyepi, serta Paskah disebut menjadi penyebab utama melandainya aktivitas ekonomi yang berdampak pada setoran pajak. DJP tetap menyatakan optimisme terhadap target akhir tahun yang telah ditetapkan.

"Itu enggak pernah terjadi. Ya pasti ada slowing down economic activity. Nah yang sekarang saya enggak berani berspekulasi. Tetapi tadi sudah saya sampaikan, angka sementara sampai 29 April itu di atas 18%," jelas Bimo.

Artikel terkait

Rekomendasi