Ekspor Indonesia Tumbuh 2,19 Persen Sepanjang Awal Tahun 2026

Ekspor Indonesia Tumbuh 2,19 Persen Sepanjang Awal Tahun 2026
Foto: Ilustrasi Ekspor Indonesia Tumbuh 2,19 Persen Sepanjang Awal Tahun 2026.

Nilai ekspor Indonesia tercatat mencapai US$ 44,32 miliar pada periode Januari-Februari 2026 atau mengalami kenaikan sebesar 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di tengah ketidakpastian kondisi global. Pertumbuhan positif ini didorong oleh pengiriman komoditas unggulan seperti nikel dan minyak kelapa sawit mentah (CPO).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekspor nonmigas menyumbang US$ 42,35 miliar atau naik 2,82 persen, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Tiongkok menjadi tujuan utama dengan nilai US$ 10,46 miliar, diikuti Amerika Serikat sebesar US$ 5 miliar, dan India mencapai US$ 3,11 miliar.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa nikel dan produk turunannya menjadi motor utama penguatan ekspor. Sektor otomotif dan permesinan juga menunjukkan performa yang signifikan selama dua bulan pertama tahun ini.

"Nikel itu 55,9% tinggi sekali itu ekspornya, CPO 28,8%, ada juga otomotif, kendaraan itu juga naik cukup bagus 26,15%, mesin 13%," kata Faisal kepada detikcom, Minggu (3/5/2026).

Faisal menilai kenaikan harga komoditas global bertindak sebagai bantalan atas perlambatan ekspor di sektor manufaktur. Meskipun volume ekspor mungkin terdampak, kenaikan harga pasar dunia memberikan keuntungan tambahan bagi Indonesia.

"Jadi saya pikir kita ada tekanan global yang kemudian memperlambat ekspor terutama di manufaktur, tetapi untuk ekspor komoditas ini kita mendapatkan windfall dari kenaikan harga. Jadi faktor harga yang mempengaruhi. Jadi volume akan turun, tetapi harga akan naik," imbuh Faisal.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, turut menyoroti peran harga energi dan batu bara dalam memperkuat nilai ekspor nasional. Namun, ia memberikan catatan mengenai adanya potensi penurunan tahunan yang dipicu oleh faktor penanggalan hari raya.

"Meskipun secara tahunan ekspor masih diperkirakan sedikit turun -0,09% yoy karena faktor libur Idul Fitri," kata Josua.

Secara regional, Provinsi Jawa Barat memberikan kontribusi ekspor terbesar senilai US$ 6,45 miliar atau setara 14,56 persen dari total nasional. Sulawesi Tengah menempati posisi kedua dengan nilai US$ 4,03 miliar, disusul oleh Kepulauan Riau yang mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 3,85 miliar.

Provinsi Penyumbang Ekspor Terbesar Januari-Februari 2026
ProvinsiNilai (US$ Miliar)Kontribusi (%)
Jawa Barat6,4514,56
Sulawesi Tengah4,039,10
Kepulauan Riau3,858,69

Artikel terkait

Rekomendasi