PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE) menjalin kemitraan strategis dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) untuk memperkuat ekosistem bioetanol di Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman pada Jumat (3/4/2026). Dilansir dari Investortrust, kolaborasi ini mencakup pertukaran pengetahuan serta peningkatan kapasitas guna mendukung implementasi bahan bakar campuran etanol E10.
Langkah ini merupakan bagian dari percepatan transisi energi nasional yang melibatkan organisasi nirlaba internasional USGBC sebagai mitra utama. Organisasi tersebut berperan dalam memfasilitasi kerja sama global dan memberikan bantuan teknis serta pelatihan praktik berkelanjutan bagi industri produk bio berbasis pertanian.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menjelaskan bahwa fokus utama kolaborasi ini adalah penguatan kapabilitas domestik. Adopsi praktik terbaik global diharapkan dapat mempercepat diversifikasi energi melalui pengembangan ekosistem bioetanol nasional.
"Kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemampuan domestik melalui pembelajaran global," kata Oki Muraza, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero).
Oki menilai bioetanol sebagai solusi yang mempertemukan aspek ketahanan energi dengan keberlanjutan. Melalui kerja sama ini, Pertamina bermaksud mendalami kerangka regulasi dan diversifikasi bahan baku berdasarkan pengalaman internasional.
"Kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemampuan domestik melalui pembelajaran global," kata Oki Muraza, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero).
Dalam implementasinya, kedua belah pihak akan melakukan studi teknis dan komersial terkait infrastruktur serta rantai pasok bioetanol. Program ini juga melibatkan pertukaran tenaga ahli dan penyelenggaraan lokakarya untuk memperluas pemahaman terhadap standar operasional global.
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menyatakan bahwa kemitraan ini berfungsi sebagai platform penguatan teknis yang terstruktur. Hal tersebut bertujuan agar pengembangan energi hijau di Indonesia dapat berlangsung secara adaptif dan berkelanjutan.
"Kerja sama ini menjadi platform untuk memperkuat kapabilitas teknis dan institusional melalui pertukaran pengetahuan yang terstruktur, sehingga pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia dapat berjalan lebih adaptif dan berkelanjutan," kata John Anis, Direktur Utama Pertamina NRE.
Upaya peningkatan kapasitas nasional juga diarahkan pada optimalisasi teknologi dan manajemen produksi. Dialog mengenai pengembangan pasar dan strategi komunikasi publik turut difasilitasi untuk mendukung kesiapan masyarakat terhadap bahan bakar berbasis campuran etanol.
Chairman USGBC Mark Wilson menekankan bahwa kemitraan ini merupakan kerja sama yang berorientasi pada hasil nyata di lapangan. Fokus kerja sama meliputi dukungan penuh terhadap kesiapan Indonesia dalam mengelola rantai pasok dan produksi etanol secara mandiri.
"Kemitraan ini tidak sekadar bersifat formal, melainkan berorientasi pada implementasi nyata," kata Mark Wilson, Chairman USGBC.