PT Pertamina (Persero) menjalin kolaborasi dengan perusahaan teknologi global LanzaTech untuk mengembangkan teknologi konversi sampah perkotaan menjadi bahan bakar etanol dalam ajang Offshore Technology Conference (OTC) di Houston. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk mendorong solusi energi rendah karbon di Indonesia.
Dilansir dari Suara, kesepakatan tersebut dilakukan oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza bersama Chief Executive Officer LanzaTech Jennifer Holmgren. Fokus utama kemitraan ini adalah penerapan teknologi fermentasi mikroba yang dapat mengubah limbah kaya karbon menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Oki Muraza menjelaskan bahwa proyek ini menjadi jawaban atas lonjakan volume sampah nasional yang mencapai 56,6 ribu ton per hari. Di sisi lain, Indonesia memproyeksikan kebutuhan etanol akan meningkat signifikan hingga 2,4 juta kiloliter pada tahun 2030 mendatang.
"Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi," ujar Oki Muraza, Wakil Direktur Utama Pertamina.
Penegasan tersebut sejalan dengan potensi pengembangan rantai nilai ekonomi sirkular yang mencakup pengolahan sampah hingga produksi bahan baku industri kimia. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi perusahaan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan energi nasional.
LanzaTech selaku mitra teknologi membawa pengalaman global dalam mengoperasikan fasilitas komersial fermentasi karbon di berbagai negara. Teknologi yang bersifat modular ini memungkinkan integrasi cepat dengan infrastruktur kilang maupun sistem pengelolaan limbah yang sudah ada di kota-kota besar.
"Dengan pengalaman global dan fasilitas komersial yang telah beroperasi di berbagai negara, serta teknologi yang bersifat modular dan dapat dikembangkan dalam skala besar, LanzaTech memiliki fleksibilitas untuk diimplementasikan dan diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting, termasuk kilang dan sistem pengelolaan sampah kota," kata Jennifer Holmgren, Chief Executive Officer LanzaTech.
Langkah strategis ini memperkuat komitmen Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui inovasi teknologi. Inisiatif tersebut juga memposisikan Indonesia sebagai destinasi investasi energi bersih yang mengedepankan aspek keberlanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals.