PT Pertamina International Shipping (PIS) memberikan klarifikasi terkait isu awak Kapal Gamsunoro yang tertahan di Teluk Persia pada Selasa (21/4/2026). Perusahaan menegaskan bahwa operasional kapal tanker tersebut dijalankan sesuai regulasi internasional di tengah kondisi konflik wilayah Timur Tengah.
Data internal menunjukkan bahwa mayoritas pekerja di armada Pertamina Group merupakan warga negara Indonesia. Dilansir dari Money, sebanyak 4.090 pelaut lokal mengisi posisi di berbagai kapal, sementara pelaut asing hanya berjumlah 278 orang atau sekitar 6 persen dari total kru.
Pelaksana Tugas Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa kemitraan dengan pihak ketiga dalam operasional pasar internasional merupakan langkah strategis perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan kapal yang mencakup rute lintas benua dari Asia hingga Afrika.
"Kerja sama ini merupakan praktik lazim di dunia pelayaran internasional guna mendorong kapabilitas dan kapasitas perusahaan di kancah global," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Vega menambahkan bahwa penggunaan awak kapal asing pada persentase kecil tersebut tetap mengikuti standar operasional yang ketat. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memperkuat posisi Indonesia dalam industri maritim global serta meningkatkan pendapatan devisa negara.
"Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam industri maritim dunia," ucap Vega.
Pihak manajemen juga mematahkan narasi yang menyebutkan kapal tersebut tidak memberdayakan tenaga kerja domestik. Dominasi pelaut asal Indonesia tetap menjadi prioritas dalam struktur kepegawaian armada yang melayani jalur internasional.
"Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94 persen," kata Vega.
Saat ini, Kapal Gamsunoro dan VLCC Pertamina Pride masih belum bisa bergerak dari perairan Laut Arab karena penutupan Selat Hormuz oleh otoritas Iran. Pertamina Pride diketahui membawa minyak mentah untuk kebutuhan energi domestik, sedangkan Gamsunoro mengangkut kargo milik penyewa pihak ketiga.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah sedang mengupayakan langkah evakuasi melalui koordinasi antarlembaga. Upaya diplomasi terus dilakukan agar kedua kapal tersebut bisa segera melanjutkan perjalanan.
"Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran, kolaborasi ESDM dengan Kemenlu juga kita lakukan terus. Doain ya," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).