Pertamina Hulu Energi Teken Kontrak Eksplorasi Migas Wilayah Kerja Lavender

Pertamina Hulu Energi Teken Kontrak Eksplorasi Migas Wilayah Kerja Lavender
Foto: Ilustrasi Pertamina Hulu Energi Teken Kontrak Eksplorasi Migas Wilayah Kerja Lavender.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi memulai kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja (WK) Lavender menyusul penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) di Jakarta pada Selasa, 11 Februari 2026. Penandatanganan akhir kontrak ini dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia pada 17 Maret 2026.

Dilansir dari Detik Finance, wilayah kerja ini mencakup area lepas pantai dan daratan Sulawesi Selatan serta lepas pantai Sulawesi Tenggara dengan total luas mencapai 8.206,95 kilometer persegi. Kesepakatan ini menggunakan skema Cost Recovery dengan masa kontrak selama 30 tahun.

PHE melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender, menyepakati nilai komitmen pasti sebesar US$ 2,8 juta untuk tiga tahun pertama masa eksplorasi. Dana tersebut dialokasikan untuk Studi Geologi dan Geofisika, akuisisi Seismik 2D sepanjang 100 kilometer, serta Seismik 3D seluas 200 kilometer persegi.

Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender, Ruby Mulyawan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari perluasan portofolio perusahaan untuk menemukan cadangan migas baru di Indonesia. WK Lavender merupakan wilayah kerja keenam yang ditandatangani anak usaha PHE sejak tahun 2023.

"Ketahanan energi nasional bukan pilihan, tapi keharusan. PHE berdiri di garis depan untuk memastikan produksi migas tetap terjaga hari ini, sambil menyiapkan energi masa depan Indonesia," kata Ruby Mulyawan, Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender.

Ruby menambahkan bahwa investasi di sektor hulu migas ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi melalui peningkatan modal. Perusahaan juga telah menyelesaikan kewajiban finansial berupa bonus tanda tangan sebesar US$ 200.000 dan penyerahan jaminan pelaksanaan melalui SKK Migas.

"PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmentally Friendly, Socially Responsible dan Good Governance," terang Ruby Mulyawan, Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender.

Dalam menjalankan operasional bisnisnya, PHE menerapkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) serta sistem manajemen anti penyuapan berbasis ISO 37001:2016. Wilayah Kerja Lavender sendiri didapatkan perusahaan melalui mekanisme penawaran langsung pada Indonesia Petroleum Bidding Round Tahap 2 Tahun 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi