Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Perkuat Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Perkuat Transisi Energi Nasional
Foto: Ilustrasi Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Perkuat Transisi Energi Nasional.

PT Pertamina (Persero) berkolaborasi dengan Sustainability Center Universitas Pertamina (SCUP) menggelar agenda Sokoguru Policy Forum di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta. Seperti diberitakan oleh Detik Finance, forum ini menjadi ruang dialog strategis lintas sektor guna memperkokoh arah kebijakan energi nasional sekaligus menyokong transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

Acara tersebut merupakan wujud pelaksanaan kerja sama program Senior Fellow SCUP. Kegiatan ini mempertemukan kalangan akademisi, regulator, praktisi, serta pengamat energi nasional demi merumuskan rekomendasi kebijakan strategis bagi sektor energi domestik.

Forum yang mengusung tema 'Peningkatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional melalui Transformasi Strategis Pertamina' ini menitikberatkan urgensi sinergi antara pemerintah, BUMN, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan energi di masa depan.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Dadan Kusdiana menyatakan bahwa penguatan ketahanan energi nasional wajib ditempuh melalui jalur swasembada dan hilirisasi. Langkah tersebut mencakup peningkatan pasokan energi, perluasan jangkauan layanan, percepatan transisi energi, serta penguatan hilirisasi.

"Kementerian ESDM mengapresiasi peran Pertamina sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan & transisi energi melalui penguatan hulu migas, peningkatan kapasitas kilang, pengembangan hilirisasi & petrokimia, pengembangan energi baru terbarukan serta pengembangan dekarbonisasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Dadan Kusdiana sewaktu bertindak sebagai pembicara kunci dalam Sokoguru Policy Forum di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (19/5).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza mengungkapkan bahwa penamaan Sokoguru Policy Forum menyerap inspirasi dari pesan Presiden Prabowo. Kepala Negara menyebut Pertamina sebagai sokoguru dan tumpuan bangsa dalam menjaga ketahanan energi serta ekonomi nasional.

Oki Muraza juga menerangkan bahwa seluruh pengembangan proyek beserta kebijakan strategis Pertamina wajib dijalankan atas dasar data akurat, fakta di lapangan, serta ilmu pengetahuan melalui prinsip evidence-based policy.

Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani menilai bahwa perwujudan ketahanan energi yang kokoh tidak dapat dicapai secara instan. Proses ini merupakan perjalanan panjang yang dipengaruhi oleh kemampuan bangsa dalam mempelajari dinamika global, disrupsi teknologi, hingga kompleksitas geopolitik.

"Hal tersebut telah, sedang, dan akan terus menjadi fokus utama Pertamina sebagai BUMN strategis nasional melalui Dual Growth Strategy sebagaimana tertuang dalam RJPP Pertamina," jelasnya.

Optimalisasi Rantai Nilai dan Regulasi Migas

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono menggarisbawahi pentingnya memperkuat rantai nilai transisi energi di Indonesia. Hal ini dapat diwujudkan melalui optimalisasi hulu migas, pengembangan energi rendah emisi, serta percepatan implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Agung Wicaksono pun menitikberatkan perluasan kolaborasi bersama para pemangku kepentingan, asosiasi, pembuat kebijakan, think tank, hingga pelaku industri guna mendorong kebijakan energi yang inklusif serta berkelanjutan.

"Forum ini juga menekankan pentingnya proses dialog strategis dan knowledge sharing secara kolaboratif dan berkelanjutan sebagai fondasi pembentukan kebijakan yang mampu menopang kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan energi nasional," ujar Agung.

Diskusi Isu Strategis Sektor Energi

Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan sejumlah pakar energi nasional. Di antaranya adalah Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hendra Gunawan, Senior Fellow SCUP Retno Gumilang Dewi, Pengamat Hulu Migas Benny Lubiantara, dan Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro.

Para panelis membedah bermacam-macam isu krusial, mulai dari penguatan sektor hulu migas, optimalisasi produksi minyak dan gas bumi nasional, pemanfaatan gas sebagai energi transisi, percepatan hilirisasi, hingga pengembangan biofuel serta biorefinery.

Hendra Gunawan mengutarakan pentingnya penguatan regulasi subsektor migas yang adaptif demi mewujudkan ketahanan energi di sisi hulu maupun hilir. Di sisi lain, Benny Lubiantara mencermati tantangan penurunan produksi migas nasional yang memerlukan reformasi fiskal serta percepatan inovasi teknologi seperti eksplorasi, enhanced oil recovery, dan migas nonkonvensional.

Terkait sektor hilir, Retno Gumilang Dewi mengingatkan urgensi pengembangan bio-based fuel dan biorefinery untuk solusi energi berkelanjutan. Menurutnya, optimalisasi strategic value chain komoditas tersebut mampu memperkokoh kemandirian energi sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi domestik.

Sementara itu, Komaidi Notonegoro menyoroti pentingnya penerapan pemodelan ekonomi energi nasional beserta strategi distribusi yang efisien dan merata. Ia menegaskan peran vital Pertamina sebagai BUMN dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Lewat pelaksanaan Sokoguru Policy Forum ini, Pertamina menegaskan kembali komitmennya untuk terus mempererat kemitraan lintas sektor guna mendukung ketahanan energi nasional serta mempercepat transisi energi berkelanjutan.

Artikel terkait

Rekomendasi