Pertamina UMK Academy Dorong Pemulihan Ekspor Kerajinan Pandan Bantul

Pertamina UMK Academy Dorong Pemulihan Ekspor Kerajinan Pandan Bantul
Foto: Ilustrasi Pertamina UMK Academy Dorong Pemulihan Ekspor Kerajinan Pandan Bantul.

PT Pertamina (Persero) memberikan pendampingan strategis bagi Mandiri Craft, perajin kerajinan pandan asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, untuk menembus pasar internasional melalui program UMK Academy pada Selasa (18/3/2026). Langkah ini diambil guna mengatasi dampak penurunan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang sempat menghentikan aktivitas bisnis pelaku usaha tersebut.

Dilansir dari Investortrust, ketegangan politik global menyebabkan pengiriman produk ke luar negeri terhenti total pada tahun 2022. Pemilik Mandiri Craft, Siti Nurrokhmah, menyebutkan bahwa pasar mancanegara sebenarnya memiliki ketertarikan tinggi terhadap produk spesifik berbahan pandan khas Indonesia.

"Pada 2022, kami tidak lagi melakukan ekspor. Bisnis juga hampir terhenti, tetapi kami berusaha bertahan terutama karena masih mempekerjakan banyak orang termasuk tiga orang penyandang disabilitas," jelas Siti Nurrokhmah, pemilik Mandiri Craft.

Guna memulihkan kondisi usaha, Pertamina memberikan pelatihan intensif yang mencakup strategi ekspor dan mediasi dengan pembeli luar negeri. Sebagai juara UMK Academy 2024, Mandiri Craft juga menerima bantuan teknologi berupa mesin jahit, bor listrik, laptop, hingga bahan penyelesaian produk untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Usaha kerajinan ini kini telah memperluas jangkauan pasarnya ke berbagai negara besar seperti Turki, China, Amerika Serikat, Jepang, Australia, hingga Brasil. Program pendampingan ini difokuskan pada penguatan daya saing agar pelaku usaha kecil mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dunia yang cepat.

"UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Kami menyadari bahwa UMKM menghadapi berbagai tantangan di tengah situasi global yang dinamis," jelas Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

Pengembangan kompetensi melalui digital marketing dan inovasi produk menjadi bagian utama dari kurikulum pelatihan tersebut. Fadjar menegaskan pentingnya pemberian kemampuan adaptasi bagi para mitra binaan agar tetap memiliki daya saing yang kuat.

"UMKM Academy memberikan daya saing UMKM untuk bisa bertahan, seperti pelatihan intensif strategi ekspor, digital marketing, serta pengembangan UMKM," tambah Fadjar Djoko Santoso.

Artikel terkait

Rekomendasi