Persiapan Persis Solo dalam menyambut kompetisi Liga 2 musim depan kini tengah menjadi pusat perhatian para suporter setia Laskar Sambernyawa. Banyak pihak mulai mempertanyakan langkah manajemen karena hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai sosok pelatih maupun komposisi pemain tim.
Kekhawatiran ini muncul mengingat kompetisi kasta kedua yang bertajuk Pegadaian Championship tersebut rencananya akan segera digulirkan pada pertengahan September 2026 mendatang. Ketidakpastian mengenai arah pembentukan tim menjadi isu hangat yang terus diperbincangkan di kalangan pendukung fanatik klub asal Kota Bengawan tersebut.
Fokus Pembenahan Internal Klub
Menanggapi keresahan yang berkembang di publik, Komisaris Persis Solo, Aditya Rimbo, memberikan penjelasan mengenai situasi terkini di dalam manajemen. Ia menyatakan bahwa saat ini manajemen sedang bekerja keras melakukan pembenahan internal secara menyeluruh sebelum memaparkan progresnya kepada masyarakat.
Menurut Aditya, manajemen tidak tinggal diam melainkan terus bergerak menyusun kerangka tim yang solid untuk menghadapi tantangan di musim baru nanti. Salah satu langkah konkret yang sedang dikerjakan adalah pembentukan divisi khusus yang akan menjadi tulang punggung kekuatan tim secara teknis.
Langkah prioritas yang sedang diambil oleh manajemen Persis Solo saat ini adalah:
- Membangun Divisi Scouting (pemandu bakat) dan Analis sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan teknis.
- Melakukan restrukturisasi menyeluruh di struktur manajemen klub untuk meningkatkan efektivitas kerja.
- Mengevaluasi secara mendalam performa tim dari musim sebelumnya agar kegagalan serupa tidak terulang kembali.
- Menyusun kerangka tim yang komprehensif, mulai dari pemilihan pemain hingga staf kepelatihan.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Aditya melalui keterangan tertulis yang diunggah di akun Instagram resmi Persis Solo pada Selasa malam, 3 Juni 2026. Ia menekankan bahwa aspek taktikal dan analisis menjadi fondasi utama dalam pergerakan manajemen kali ini.
Proses Evaluasi Berjalan Paralel
Aditya Rimbo menjelaskan bahwa proses perbaikan internal ini dilakukan secara bersamaan dengan penyusunan kerangka tim utama. Hal inilah yang menyebabkan manajemen belum banyak memberikan informasi atau mempublikasikan aktivitas persiapan tim kepada para suporter.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh proses tersebut sebenarnya sudah mulai dijalankan sejak kompetisi musim lalu berakhir dan memasuki masa jeda. Restrukturisasi internal menjadi hal yang mendesak dilakukan berdasarkan hasil evaluasi performa tim yang dinilai kurang maksimal pada musim sebelumnya.
Manajemen juga menyatakan sikap terbuka untuk berdialog dan mendengar masukan dari berbagai elemen suporter dalam waktu dekat. Namun, Aditya meminta agar diberikan ruang terlebih dahulu untuk menyelesaikan penyusunan kerangka tim agar diskusi nantinya bisa lebih terarah.
Rencana keterbukaan informasi manajemen kepada suporter mencakup beberapa hal berikut:
- Penyajian presentasi kesiapan tim yang lebih terstruktur dan jelas mengenai arah masa depan klub.
- Koordinasi intensif dengan perwakilan elemen suporter untuk memaparkan perkembangan terbaru.
- Penyampaian informasi mengenai profil pelatih dan pemain setelah kerangka tim benar-benar final.
Aditya berharap dengan persiapan yang lebih matang dan terstruktur, penyampaian informasi kepada suporter dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai target klub. Pihaknya ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada data dan analisis yang kuat.
Permohonan Maaf dan Harapan Bangkit
Dalam kesempatan yang sama, Aditya Rimbo juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena manajemen terkesan menutup diri terkait aktivitas tim. Ia menegaskan bahwa diamnya manajemen bukan berarti tidak ada kerja yang dilakukan di balik layar sejak liga usai.
Aditya berjanji akan segera menemui rekan-rekan suporter untuk mempresentasikan seluruh kesiapan Persis Solo dalam mengarungi kompetisi Liga 2. Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Solo sangat diharapkan demi kembalinya kejayaan Laskar Sambernyawa di kancah sepak bola nasional.
Berikut adalah ringkasan singkat perjalanan Persis Solo hingga harus berkompetisi di kasta kedua:
| Kategori Data | Keterangan Statistik |
|---|---|
| Posisi Akhir Liga 1 2025/2026 | Peringkat ke-16 (Degradasi) |
| Total Poin yang Diraih | 34 Poin |
| Jumlah Pertandingan | 34 Laga |
| Target Kompetisi Berikutnya | Promosi kembali ke Liga 1 |
Tabel di atas menunjukkan performa pahit Persis Solo pada musim lalu yang menyebabkan mereka harus turun kasta setelah gagal bersaing di papan bawah. Kegagalan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini menjadi pukulan telak bagi tim maupun para pendukungnya.
Sebagai informasi tambahan, Aditya Rimbo yang merupakan keponakan dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kini memegang tanggung jawab besar dalam mengawal proses transisi ini. Manajemen berkomitmen agar keberadaan Persis Solo di kasta kedua hanya berlangsung dalam waktu singkat.
Berbagai reaksi muncul dari kalangan pendukung, mulai dari aksi vandalisme di fasilitas klub hingga tangis haru saat acara nonton bersama di Stadion Manahan. Semua pihak kini menaruh harapan besar agar pembenahan yang dijanjikan manajemen dapat membuahkan hasil manis di musim kompetisi 2026/2027.