Permintaan Obligasi Dolar Australia HSBC Tembus 3,45 Miliar

Permintaan Obligasi Dolar Australia HSBC Tembus 3,45 Miliar
Foto: Ilustrasi Permintaan Obligasi Dolar Australia HSBC Tembus 3,45 Miliar.

HSBC Holdings resmi menawarkan instrumen obligasi berdenominasi dolar Australia dengan pilihan tenor enam tahun dan 11 tahun. Langkah korporasi ini langsung memicu respons positif dari para investor di pasar keuangan.

Seperti dikutip dari Reuters, nilai pemesanan dari para pemodal telah melewati angka A$ 3,45 miliar atau setara dengan US$ 2,5 miliar. Dokumen term sheet menunjukkan bahwa nilai final untuk penerbitan surat utang ini masih belum ditetapkan.

Minat investasi yang masuk tercatat sangat masif, termasuk di dalamnya komitmen sekitar A$ 80 juta yang berasal dari joint lead managers. Surat utang berjangka waktu enam tahun menjadi produk yang paling banyak diburu.

Untuk tenor enam tahun dengan struktur bunga mengambang atau floating-rate notes, total permintaan terpantau menembus lebih dari A$ 1,24 miliar. Sementara itu, opsi bunga tetap yang beralih ke mengambang (fixed-to-floating) untuk tenor yang sama mengantongi minat di atas A$ 1,18 miliar.

Investor juga menyasar obligasi bertenor 11 tahun dengan struktur fixed-to-floating. Produk jangka panjang ini sukses mengamankan total permintaan dokumen pemesanan hingga melampaui A$ 1,035 miliar.

Mekanisme penawaran obligasi enam tahun mencakup opsi bunga mengambang murni serta skema bunga tetap pada fase awal yang kemudian bertransisi menjadi mengambang. Di sisi lain, obligasi 11 tahun menerapkan skema kupon tetap di awal periode sebelum akhirnya mengikuti pergerakan bunga mengambang.

Manajemen menetapkan panduan harga (price guidance) untuk tenor enam tahun pada rentang 135 basis poin di atas nilai tolok ukur (benchmark) yang disepakati. Obligasi bunga tetap tenor enam tahun ini menawarkan indikasi imbal hasil pada kisaran 6,10%.

Selanjutnya, obligasi berjangka waktu 11 tahun dipasarkan dengan spread sekitar 170 basis poin di atas benchmark. Instrumen jangka panjang tersebut menawarkan indikasi yield atau imbal hasil kepada investor sebesar 6,68%.

Manajemen HSBC mengonfirmasi bahwa seluruh dana yang dihimpun dari hasil penerbitan obligasi ini akan dialokasikan untuk mendanai berbagai keperluan umum korporasi. Proses penentuan harga final atau pricing dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa (19/5) waktu Sydney.

Aktivitas pemesanan dan pemasaran investasi ini dikelola oleh beberapa lembaga keuangan yang ditunjuk sebagai joint lead managers. Deretan bank tersebut meliputi ANZ, Commonwealth Bank of Australia, Mizuho Financial Group, National Australia Bank, serta Westpac.

Artikel terkait

Rekomendasi