Hanoi dan Ho Chi Minh City Ungguli Singapura dalam Peringkat Kota Ramah Pejalan Kaki

Hanoi dan Ho Chi Minh City Ungguli Singapura dalam Peringkat Kota Ramah Pejalan Kaki
Foto: Ilustrasi Hanoi dan Ho Chi Minh City Ungguli Singapura dalam Peringkat Kota Ramah Pejalan Kaki.

Dua kota besar di Vietnam, Hanoi dan Ho Chi Minh City, berhasil menduduki posisi lebih tinggi dibandingkan Singapura dalam daftar kota paling ramah untuk wisata jalan kaki pada Minggu (4/5/2026). Platform perjalanan GuruWalk merilis data tersebut berdasarkan tingkat kenyamanan eksplorasi wisatawan tanpa kendaraan.

Hanoi menempati peringkat ke-37 sementara Ho Chi Minh City berada di posisi ke-38 dalam daftar 100 kota paling walkable di dunia untuk wisatawan tahun 2026. Capaian ini melampaui Singapura yang berada di urutan ke-70 dan Kuala Lumpur, Malaysia, di peringkat ke-52, dilansir dari Detik Travel.

Metodologi penyusunan daftar oleh GuruWalk melibatkan sejumlah indikator krusial seperti aksesibilitas, kepadatan atraksi wisata, serta kemudahan navigasi pejalan kaki. Meski secara global didominasi oleh kota-kota di Eropa seperti Roma dan Madrid, keberadaan kota-kota Asia Tenggara ini menarik perhatian karena pergeseran minat wisatawan terhadap pengalaman autentik.

Peringkat Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Asia Tenggara 2026
Peringkat DuniaKotaNegara
37HanoiVietnam
38Ho Chi Minh CityVietnam
52Kuala LumpurMalaysia
70SingapuraSingapura

Mengenai keunggulan Singapura, platform tersebut menyoroti bagaimana wilayah tersebut menyatukan unsur modernitas dengan warisan sejarah yang kuat. Konektivitas antara distrik lama dan kawasan futuristik menjadi poin utama dalam penilaian tersebut.

"Berjalan kaki dari Chinatown bersejarah menuju Marina Bay dengan deretan gedung pencakar langit futuristik adalah pengalaman melihat sintesis global abad ke-21 dalam bentuk paling nyata," tulis GuruWalk.

Singapura juga tetap diakui memiliki standar keamanan yang sangat baik bagi pelancong internasional. Faktor ini didukung oleh infrastruktur transportasi publik yang telah terintegrasi secara efisien di seluruh wilayah kota.

Laporan CNN Travel pada 18 April 2025 mengukuhkan posisi Singapura sebagai salah satu destinasi teraman di dunia karena rendahnya tingkat kriminalitas. Hal ini melengkapi sistem mobilitas publik yang memudahkan wisatawan bergerak dari satu titik ke titik lainnya.

Tren eksplorasi kota dengan berjalan kaki kini semakin diminati karena menawarkan perspektif yang lebih mendalam bagi para pelancong. Selain aspek penghematan biaya, metode ini memungkinkan interaksi budaya yang lebih intim dibandingkan menggunakan kendaraan bermotor.

Penilaian kota ramah pejalan kaki tidak hanya fokus pada ketersediaan trotoar, melainkan juga kepadatan kawasan dan rasa aman. Wisata jalan kaki dianggap menjadi cara paling efektif bagi wisatawan untuk menemukan sisi tersembunyi dan autentik dari sebuah destinasi perkotaan.

Artikel terkait

Rekomendasi