Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan penyusunan perencanaan teknis proyek Jalan Tol SerpongÔÇôBogor via Parung sepanjang 32 kilometer rampung pada tahun 2026 ini. Target tersebut ditetapkan seiring dengan capaian progres perencanaan yang kini telah mendekati angka 80 persen.
Percepatan penyusunan rencana teknis ini dilakukan guna memperkuat konektivitas di kawasan Jabodetabek, seperti dilansir dari Media Indonesia pada Minggu (24/5).
"Progres proyek saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan teknis, dengan progres mendekati 80%. Kami terus mempercepat proses agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini," ujar Dody dalam keterangan resminya, Minggu (24/5).
Proyek infrastruktur ini menelan nilai investasi sebesar Rp12,35 triliun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha tanpa menggunakan dana APBN. Keberadaan jalur bebas hambatan ini diproyeksikan dapat memangkas waktu tempuh dari Bogor menuju Tangerang hingga menjadi sekitar 45 menit.
Pembangunan infrastruktur tersebut akan dilaksanakan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras. Konsorsium tersebut terdiri dari PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra dengan masa konsesi sepanjang 40 tahun.
Secara teknis, pembangunan jalan tol ini terbagi ke dalam empat seksi utama yang menghubungkan wilayah Salabenda hingga Serpong. Selain itu, proyek ini akan dilengkapi dengan dua junction utama, yakni Junction Salabenda dan Junction Serpong, serta tiga simpang susun di wilayah Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin.
| Seksi | Ruas Jalan | Panjang |
|---|---|---|
| Seksi I | Salabenda - Pondok Udik | 3,97 Km |
| Seksi II | Pondok Udik - Putat Nutug | 9,27 Km |
| Seksi III | Putat Nutug - Rumpin | 8,23 Km |
| Seksi IV | Rumpin - Serpong | 10,56 Km |
Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan akan mengikuti standar teknis dan regulasi ketat, termasuk aspek keselamatan konstruksi. Proyek ini diharapkan dapat memperlancar arus logistik, menurunkan biaya operasional, serta mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru di sepanjang koridor Bogor-Tangerang.