Penulis : Imam Suhartadi 29 Mei 2026 | 20:31 WIB
Tumpukan rokok ilegal dibakar saat pemusnahan berbagai barang bukti berkekuatan hukum tetap di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Cilegon, Kota Cilegon, Banten, Selasa (22/7/2025). (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)
JAKARTA, investor.id ÔÇô Peredaran rokok ilegal harus ditekan untuk melindungi penerimaan negara dari sektor cukai, menjamin kesehatan masyarakat karena tidak terstandarisasi, serta menciptakan iklim industri tembakau yang adil.
Analis Kebijakan Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sarno mengatakan, berdasarkan data survei, prevalensi rokok ilegal mengalami kenaikan, dari 6,9% pada 2023 menjadi 13,9% pada 2025.
"Peningkatan peredaran rokok ilegal ini berkontribusi langsung pada penurunan penerimaan negara dari sektor cukai, karena produk ilegal tidak memberikan kontribusi fiskal," kata Sarno di Jakarta, bar-baru ini.
Diketahui, beberapa tahun terakhir, penerimaan cukai hasil tembakau naik-turun. Puncak penerimaan sempat menyentuh angka Rp216 triliun hingga Rp218 triliun pada 2022 tetapi data terakhir mencatat posisi pendapatan dari CHT pada kisaran Rp206 triliun.
Sarno menjelaskan, bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pergeseran pola konsumsi masyarakat yang beralih ke produk lebih murah alias downtrading. Kondisi tersebut diperburuk dengan kondisi daya beli masyarakat yang semakin menurun.
Rangkaian penyebab itu mempengaruhi realisasi penerimaan negara secara keseluruhan. Ditambah dengan pemberlakuan kebijakan batasan tar maksimal 10 miligram dan nikotin 1 miligram per batang, kemungkinan pendapatan cukai hasil tembakau akan semakin mengalami penurunan.
Sarno berharap pemerintah melakukan evaluasi mendalam sebelum kebijakan tersebut diimplementasikan. Perlu adanya pengkajian komprehensif yang mencakup berbagai aspek, mulai aspek kesehatan hingga dampak bagi petani tembaku lokal.
Pasalnya karakteristik tembakau Indonesia memiliki spesifikasi geografis yang menghasilkan kandungan nikotin tinggi. Jika standar batasan yang terlalu ketat, maka bisa menimbulkan kendala bagi produk lokal karena tidak mampu memenuhi spesifikasi regulasi baru tersebut.
ÔÇ£Kami mengharapkan diperkuat Regulatory Impact Assessment-nya. Artinya, coba dicek kembali lebih komprehensif dari berbagai aspek, terkait dengan masalah pendapatan petani tembakau yang hampir dipastikan terdampak,ÔÇØ ujarnya.
"Kalau aturannya terlalu ketat, perokok nanti malah pindah ke rokok ilegal, prevalensinya meningkat, pendapatan negara juga turun, kemudian peredaran rokok ilegal meningkat. Nah itu yang kita khawatirkan,ÔÇØ tambah Sarno.
Menurutnya, perlunya keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan dalam perumusan aturan, agar kebijakan non-fiskal yang akan diterapkan tidak membebani kebijakan fiskal negara. Koordinasi antar instansi perlu ditingkatkan agar setiap kebijakan yang muncul dapat mengantisipasi dampak fiskal.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Keberlanjutan Dunia Usaha Butuh Kepastian Hukum
Ekonom Nilai Ekspor SDA Satu Pintu Bisa Dongkrak Penerimaan Negara
Menunda Kematian Lewat Pajak
Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
National 3 menit yang lalu Peredaran Rokok Ilegal Harus Ditekan Peredaran rokok ilegal harus ditekan untuk melindungi penerimaan negara dari sektor cukai, menjamin kesehatan masyarakat karena tidak terstandarisasi, serta menciptakan iklim industri tembakau yang adil.
Business 21 menit yang lalu Jalan Amblas di Lenteng Agung, DPRD Desak Audit Teknis Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta mengkritisi penanganan infrastruktur di kawasan Lenteng Agung menyusul amblasnya badan jalan.
Market 32 menit yang lalu Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Selasa, 2 Juni 2026 Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak sideways pada perdagangan, Selasa (2/6/2026).
International 33 menit yang lalu PBB: Rekor Serangan Udara Terbesar di Lebanon Sejak Gencatan Senjata April PBB mengutuk rekor serangan udara Israel di Lebanon yang menewaskan 8 warga sipil saat Iduladha dan memicu pengungsian massal baru.
Business 35 menit yang lalu Pakar ITB Jelaskan Penyebab Blackout Sumatera Karakteristik gangguan yang terjadi mengarah pada adanya tekanan mekanis di area sambungan konduktor transmisi.
National 36 menit yang lalu Survei IDEAS: Pendapatan Bersih Ojol Tinggal Rp1,7 Juta Per Bulan Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) menilai pekerjaan pengemudi ojek daring (ojol) di Indonesia semakin jauh dari standar kerja layak. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan transportasi online, kesejahteraan pengemudi justru terus menurun.