Mengabaikan penggunaan pelindung sinar ultraviolet (UV) dapat merusak pertahanan kulit. Kebiasaan membiarkan kulit terpapar matahari tanpa perlindungan berisiko memicu penuaan dini, sunburn, hingga kanker kulit.
Untuk mencegah kerusakan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan krim tabir surya seperti sunscreen maupun sunblock. Dilansir dari Medcom, kedua jenis pelindung ini memiliki perbedaan mendasar meski sama-sama berfungsi menjaga kulit dari radiasi matahari.
Dermatolog Shilpi Khetarpal, MD., kepada Cleveland Clinic menjelaskan bahwa cara kerja kedua produk ini tidak sama. Sunscreen memanfaatkan bahan aktif untuk menyerap radiasi UV dan mengubahnya menjadi energi panas sebelum menembus lapisan dalam kulit.
Sebaliknya, sunblock bertindak layaknya perisai fisik di atas permukaan kulit. Produk ini langsung menghalangi dan memantulkan paparan sinar UV agar tidak menyentuh kulit.
Perbedaan formula juga dirilis oleh laman Alodokter. Sunscreen umumnya mengintegrasikan senyawa kimia seperti avobenzone, oxybenzone, dan para-aminobenzoic acid (PABA). Sementara itu, sunblock mengandalkan mineral alami berupa zinc oxide atau titanium oxide.
Metode Aplikasi dan Hasil Akhir pada Kulit
Langkah pemakaian kedua tabir surya ini memerlukan teknik yang berbeda. Sunscreen harus dioleskan sambil digosok perlahan agar kandungannya meresap sempurna ke dalam pori-pori.
Formulasi sunscreen memerlukan waktu adaptasi sekitar 10 menit setelah diaplikasikan sebelum siap memberikan perlindungan aktif. Produk ini juga memberikan hasil akhir yang transparan tanpa mengubah warna asli kulit.
Berbeda dengan sunscreen, sunblock cukup dioleskan secara merata pada permukaan tubuh tanpa perlu digosok. Perisai mineralnya langsung bekerja sesaat setelah menempel pada kulit, namun sering kali meninggalkan efek whitecast atau lapisan putih.
Rekomendasi Penggunaan Sesuai Kondisi
Pilihan penggunaan antara kedua produk dapat disesuaikan dengan intensitas paparan matahari dan aktivitas harian. Sunblock menjadi opsi yang lebih disarankan ketika seseorang beraktivitas di area dengan indeks UV tinggi, seperti pantai di siang hari.
"Sunscreen atau sunblock mineral memberikan perlindungan," jelas Dr. Khetarpal.
Bagi individu yang enggan mengaplikasikan tabir surya berulang kali, penggunaan pakaian berlabel Ultraviolet Protection Factor (UPF) dapat menjadi alternatif pelindung ekstra. Pelindung tambahan seperti topi dan kacamata hitam juga disarankan untuk memproteksi area kepala serta mata.