Sam Altman Ungkap Perbedaan Penggunaan ChatGPT Antar Generasi

Sam Altman Ungkap Perbedaan Penggunaan ChatGPT Antar Generasi
Foto: Ilustrasi Sam Altman Ungkap Perbedaan Penggunaan ChatGPT Antar Generasi.

CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara cara generasi muda dan pengguna berusia lebih tua dalam mengoperasikan chatbot ChatGPT. Pernyataan tersebut disampaikan Altman dalam acara AI Ascent milik Sequoia Capital pada Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Tekno.

Altman menjelaskan bahwa kelompok usia lebih tua cenderung memperlakukan kecerdasan buatan tersebut layaknya mesin pencari Google. Sebaliknya, generasi Z justru memanfaatkan teknologi ini sebagai penasihat hidup maupun sistem operasi untuk mengelola aktivitas harian mereka secara lebih kompleks.

"Perbedaannya luar biasa antara cara orang berusia 20 tahun menggunakan ChatGPT dibandingkan generasi yang lebih tua," kata Altman dalam diskusi Sequoia tersebut.

Pola penggunaan pada generasi muda melibatkan pengintegrasian chatbot dengan berkas pribadi untuk efisiensi kegiatan sehari-hari. Kelompok ini juga dilaporkan mahir dalam menyusun alur penggunaan yang rumit melalui penyimpanan instruksi atau prompt tertentu sesuai kebutuhan individu mereka.

"Semua itu menurut saya keren dan mengesankan," kata Altman.

Salah satu temuan yang disoroti adalah ketergantungan Gen Z terhadap saran dari kecerdasan buatan sebelum mengambil keputusan penting. Hal ini sejalan dengan data OpenAI sebelumnya yang mencatat kelompok usia kuliah sebagai pengguna paling aktif di Amerika Serikat, dengan tingkat penggunaan mencapai lebih dari sepertiga populasi usia 18 hingga 24 tahun.

"Mereka benar-benar tidak membuat keputusan hidup tanpa bertanya lebih dulu ke ChatGPT tentang apa yang sebaiknya mereka lakukan," tutur Altman.

Fungsi ChatGPT sebagai tempat curhat digital mencakup berbagai topik mulai dari urusan asmara, karier, hingga kesehatan. Keberadaan fitur memori percakapan memungkinkan AI untuk memahami konteks dan preferensi pengguna secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.

"ChatGPT punya konteks lengkap tentang setiap orang dalam hidup mereka dan apa saja yang telah mereka bicarakan," kata Altman.

Fenomena adaptasi teknologi yang cepat di kalangan anak muda ini mengingatkan sang CEO pada periode awal peluncuran ponsel pintar. Ia menilai karakteristik kecepatan adaptasi anak-anak terhadap teknologi baru selalu berulang dalam setiap transisi inovasi besar.

"Ini mengingatkan saya saat smarpthone pertama kali muncul, dan setiap anak langsung bisa memakainya dengan sangat baik," kata Altman.

Meskipun efektivitasnya dalam membantu aktivitas harian diakui, para ahli tetap memberikan peringatan mengenai risiko pengambilan keputusan berdasarkan saran AI. Keterbatasan model bahasa dalam memberikan saran yang selalu tepat atau aman tetap menjadi catatan penting dalam diskusi perkembangan teknologi ini.

Artikel terkait

Rekomendasi