Rasa nyeri pada bagian dada sering kali menimbulkan kekhawatiran karena kemiripan gejalanya antara penyakit lambung atau GERD dengan serangan jantung. Kedua kondisi ini memang memiliki indikasi medis yang serupa sehingga sulit dibedakan secara sekilas.
Dilansir dari Detik Health, terdapat perbedaan mendasar yang dapat membantu mengidentifikasi apakah nyeri tersebut berasal dari gangguan pencernaan atau masalah jantung. Pemahaman mengenai karakteristik nyeri menjadi kunci utama dalam penanganan medis yang tepat.
Mengutip data dari Mayo Clinic, serangan jantung klasik umumnya melibatkan rasa nyeri yang muncul secara mendadak dengan intensitas yang sangat hebat. Kondisi ini sering kali disertai dengan kesulitan bernapas yang cukup parah.
Aktivitas fisik biasanya menjadi pemicu utama munculnya rasa sakit tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa tanda-tanda yang dialami setiap orang bisa sangat bervariasi, termasuk munculnya rasa panas di area dada yang disertai gejala pendukung lainnya.
Beberapa tanda umum dari serangan jantung meliputi:
- Sensasi sesak, tertekan, atau meremas pada dada dan lengan yang bisa menyebar ke leher, punggung, hingga rahang.
- Munculnya rasa mual, gangguan pencernaan, nyeri pada ulu hati, atau sakit perut.
- Napas terasa sesekali pendek atau sesak.
- Keluarnya keringat dingin dan tubuh terasa sangat lelah.
- Kepala terasa ringan atau pusing secara tiba-tiba.
Ciri Khas Nyeri Dada Akibat GERD
Berbeda dengan jantung, nyeri dada yang dipicu oleh GERD cenderung terasa seperti sensasi terbakar atau menusuk yang tajam. Lokasi nyeri ini biasanya berada tepat di tengah dada, di belakang atau di bawah tulang dada.
Sensasi terbakar ini umumnya bersifat terlokalisir atau tetap pada satu titik dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Selain nyeri dada, penderita GERD biasanya merasakan keluhan tambahan pada area kerongkongan dan perut.
Gejala penyerta GERD lainnya mencakup:
- Kesulitan atau rasa nyeri saat menelan makanan.
- Perut terasa kembung, sering bersendawa, atau mengalami cegukan.
- Timbulnya bau mulut serta iritasi pada tenggorokan.
- Munculnya rasa asam atau tidak enak pada rongga mulut.
Analisis Medis Terkait Kemiripan Gejala
Spesialis jantung Dr dr Muhammad Yamin SpJP (K) menjelaskan bahwa serangan jantung dan GERD memang memiliki beberapa kemiripan gejala seperti mual, muntah, nyeri pada lambung, hingga keringat dingin.
"Jadi, jangan semua gejala GERD dipastikan hanya GERD. Jadi kalau kita misalnya habis aktivitas, olahraga, atau stres berat terus lambungnya nyeri, apalagi kalau menjalar ke dada, leher, jangan dulu dipastikan GERD," kata dr Yamin.Ia menambahkan bahwa jika gejala tersebut muncul untuk pertama kalinya, hal itu mungkin dianggap biasa. Namun, pemeriksaan dokter menjadi wajib dilakukan jika keluhan terjadi secara berulang, terutama bagi individu di atas usia 35 tahun.
"Mungkin kalau dia (gejala muncul) pertama ya boleh saja. Kalau sudah berulang-ulang harus dipastikan (ke dokter). Terutama bagi orang di atas 35 tahun dan ada faktor risiko, seperti merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, kegemukan, ada keluarga kandung yang jantung, diabetes," tutur dr Yamin.Faktor risiko seperti kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, hingga faktor keturunan harus menjadi perhatian serius saat merasakan nyeri dada. Dr Yamin juga menekankan adanya ciri khas yang membedakan kedua kondisi tersebut secara signifikan.
"Gejala serangan jantung yang klasik itu nyeri dada di tengah, menjalar ke leher atau lengan kiri. Dipicu oleh aktivitas, olahraga, atau emosi. Umumnya reda dengan istirahat," ujar dr Yamin.Meskipun memiliki pola klasik, dr Yamin mengingatkan bahwa terdapat sekitar 5 hingga 10 persen kasus yang menunjukkan gejala tidak khas. Pada kasus ini, rasa sakit yang dirasakan pasien bisa berbeda dari indikator pada umumnya.
"Tapi ada 5 sampai 10 persen tidak khas. Kadang-kadang dia cuman nyeri clekit-clekit. Termasuk engap, kadang-kadang ada yang sesak. Kalau orang tua dengan diabetes biasanya sesak, bukan sakit," kata dr Yamin.