Kenali Perbedaan Flek Hitam dan Kanker Kulit Akibat Sinar Matahari

Kenali Perbedaan Flek Hitam dan Kanker Kulit Akibat Sinar Matahari
Foto: Ilustrasi Kenali Perbedaan Flek Hitam dan Kanker Kulit Akibat Sinar Matahari.

Paparan radiasi ultraviolet dari matahari tidak sekadar membuat lapisan kulit tampak kusam. Efek buruk jangka panjang dari sinar UV ini juga mampu merangsang kemunculan berbagai bercak gelap pada permukaan kulit.

Banyak individu masih mengalami kekeliruan dalam membedakan antara sunspot atau flek hitam biasa dengan komplikasi kanker kulit yang mematikan. Dikutip dari Detik Health, perbedaan kedua kondisi ini sangat krusial karena memiliki prognosis serta penanganan medis yang bertolak belakang.

Sunspot atau flek hitam akibat penuaan umumnya memiliki sifat jinak, tidak membahayakan tubuh, dan tidak memerlukan intervensi medis. Sebaliknya, kanker kulit tergolong sebagai penyakit agresif yang menuntut penanganan cepat sebelum sel kanker menyebar atau metastasis ke organ tubuh lain.

Bercak sunspot memiliki bentuk bulat atau oval dengan posisi yang selalu datar mengikuti permukaan kulit asli. Pinggiran atau batas dari bercak ini juga tampak rapi, tegas, serta memiliki tekstur yang halus saat diraba.

Warna pada flek hitam biasa ini bervariasi mulai dari cokelat muda hingga hitam pekat, namun intensitas warnanya cenderung seragam. Selain itu, sunspot sama sekali tidak memicu rasa sakit, tidak gatal, dan bebas dari perubahan tekstur ekstrem.

Kondisi ini berbeda dengan kanker kulit yang bisa terlihat datar, menonjol, atau membentuk benjolan dengan area tepi meninggi sementara bagian tengahnya ambles. Batas bercak pada kanker kulit umumnya tidak beraturan, terlihat kabur, atau memiliki bentuk yang bergerigi.

Warna kanker kulit menampilkan kombinasi atau gradasi beberapa warna sekaligus dalam satu bercak, seperti merah, pink, cokelat, biru, hingga hitam pekat. Penyakit ini kerap menimbulkan rasa gatal, nyeri, atau bertransformasi menjadi luka terbuka yang gampang berdarah, berkerak, dan mengeluarkan cairan.

Waspadai Aturan ABCDE untuk Deteksi Melanoma

Melanoma dikenal sebagai jenis kanker kulit yang paling agresif dengan tingkat penyebaran yang sangat cepat. Dokter spesialis dermatologi menganjurkan pemeriksaan tahi lalat atau bercak gelap secara mandiri lewat panduan klinis ABCDE.

Poin A atau Asymmetrical merujuk pada bentuk bercak yang tidak simetris antara satu sisi dengan sisi lainnya ketika ditarik garis lurus di tengah. Poin B atau Border menandakan pinggiran bercak yang tampak kasar, kabur, ataupun bergerigi.

Poin C atau Color merujuk pada kondisi warna yang tidak merata karena memiliki gradasi cokelat, hitam, dan merah dalam satu objek. Poin D atau Diameter menunjukkan ukuran bercak yang terus melebar hingga umumnya melebihi 6 mm atau lebih besar dari penghapus pensil.

Poin E atau Evolving merupakan fase di mana bercak tersebut terus mengalami perubahan ukuran, bentuk, ataupun warna seiring berjalannya waktu. Kemunculan banyak sunspot menjadi indikator bahwa kulit telah mengalami kerusakan seluler parah akibat radiasi sinar UV yang berpotensi memicu mutasi genetik.

Artikel terkait

Rekomendasi