Ahli Gizi Bandingkan Kandungan Protein dan Omega-3 Ikan Lele dengan Salmon

Ahli Gizi Bandingkan Kandungan Protein dan Omega-3 Ikan Lele dengan Salmon
Foto: Ilustrasi Ahli Gizi Bandingkan Kandungan Protein dan Omega-3 Ikan Lele dengan Salmon.

Ikan lele dan salmon dibandingkan profil nutrisinya oleh para ahli gizi pada Rabu (15/4/2026) guna memberikan pemahaman mengenai sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat. Meskipun sering dianggap sebagai alternatif ekonomis, kedua jenis ikan ini memiliki perbedaan signifikan pada struktur lemak.

Kandungan protein pada kedua ikan tersebut tergolong tinggi dan merupakan protein lengkap dengan seluruh asam amino esensial. Merujuk data yang dilansir dari Detik Health, ikan lele mengandung sekitar 16,5 gram protein, sementara salmon Atlantic memiliki kadar sedikit lebih tinggi yakni 20,3 gram per 100 gram sajian.

Perbedaan mencolok terlihat pada sektor lemak dan asam lemak omega-3 berdasarkan data USDA FoodData Central. Salmon mengandung 13,1 gram lemak yang kaya akan bentuk aktif EPA dan DHA untuk kesehatan jantung, sedangkan lele memiliki 7,3 gram lemak yang didominasi oleh bentuk ALA.

National Institutes of Health (NIH) mencatat bahwa proses konversi ALA menjadi EPA dan DHA di dalam tubuh manusia berlangsung sangat terbatas. Tingkat konversi tersebut dilaporkan kurang dari 15 persen, sehingga manfaat fungsional salmon untuk otak dinilai lebih optimal daripada lele.

"Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung asam amino esensial lengkap dan mudah diserap tubuh," tulis laporan Food and Agriculture Organization (FAO) yang dikutip untuk memvalidasi kualitas nutrisi kedua ikan tersebut.

Dalam aspek mikronutrien, keduanya memiliki kandungan vitamin B12 yang mampu memenuhi kebutuhan harian orang dewasa sebesar 2,4 mikrogram. Lele mengandung sekitar 2-2,9 mikrogram vitamin B12, sementara salmon berada pada kisaran 3-4 mikrogram per 100 gram daging.

Pemanfaatan lele di masyarakat lebih banyak menyasar pada menu harian dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) karena tekstur dagingnya yang lembut. Sebaliknya, salmon disarankan sebagai variasi nutrisi untuk melengkapi asupan lemak esensial yang tidak diproduksi secara maksimal oleh ikan air tawar.

Artikel terkait

Rekomendasi