Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, mendesak percepatan perbaikan trafo genset di kantornya yang terbakar pada akhir 2025 untuk memulihkan operasional pendingin ruangan secara maksimal. Permohonan pengadaan anggaran tersebut kini tengah dalam tahap pembahasan bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta pada Rabu (22/4/2026).
Anwar menyatakan bahwa pihaknya sangat bergantung pada keputusan legislatif terkait pendanaan proyek tersebut. Keterbatasan wewenang membuat eksekutif tidak dapat melakukan pengadaan tanpa persetujuan anggaran dari dewan.
"Kalau kami paksa sekarang belum tentu bisa, makanya saya berharap bisa pengadaan tahun ini secepat mungkin," kata Anwar ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).
Pemisahan prosedur pengadaan dana dilakukan karena insiden tersebut dikategorikan sebagai kejadian luar biasa. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, rusaknya fasilitas vital ini dipicu oleh ledakan gardu listrik yang berada di area perkantoran tersebut.
"Karena kan sifatnya ini force majeure ya, musibah. Ya kan meledak gardu di sebelah itu," kata Anwar.
Dampak dari kerusakan trafo membuat penggunaan pendingin ruangan (AC) oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan menjadi terbatas. Peristiwa kebakaran orisinalnya terjadi pada Minggu (28/12/2025) pukul 06.24 WIB di Jalan Prapanca Raya.
Kepala Bagian Umum dan Protokol Kota Administrasi Jakarta Selatan, Poulinawati, memberikan kepastian mengenai kelancaran pelayanan publik meski kondisi suhu ruangan tidak ideal. Saat ini, kebutuhan listrik disokong oleh bantuan trafo bergerak dari PLN.
"Sejak kejadian itu langsung didatangkan trafo bergerak dari PLN. Cuma kapasitasnya 1.000 KVA. Setelah kita cek, kapasitas itu sepertinya belum cukup untuk membackup seluruh operasional kantor," jelas Poulinawati, Senin (19/1/2026).
Estimasi biaya untuk perbaikan total infrastruktur kelistrikan tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Koordinasi intensif antara Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan pihak PLN terus dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan daya sementara selama proses penganggaran berlangsung.