Fasilitas pendingin ruangan di Blok A Kantor Pemerintah Kota Jakarta Selatan belum berfungsi optimal pada Rabu (22/4/2026) setelah kerusakan trafo genset sejak akhir 2025. Dilansir dari Megapolitan, kendala operasional ini mengharuskan aparatur sipil negara bekerja tanpa dukungan suhu udara yang memadai.
Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, mengungkapkan bahwa proses perbaikan perangkat kelistrikan tersebut masih dalam tahap pembahasan anggaran bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta. Hal ini menyebabkan otoritas setempat belum bisa mengeksekusi pengadaan unit baru atau perbaikan secara instan.
"Kalau kami paksa sekarang (pengadaan atau perbaikan) belum tentu bisa," ujar Anwar saat ditemui di kantornya, Rabu (22/4/2026).
Pihak pemerintah kota menekankan bahwa kerusakan ini termasuk dalam kategori kejadian luar biasa yang tidak bisa ditangani melalui skema pengadaan reguler. Anwar menyebut faktor penyebab utama adalah ledakan pada gardu yang berlokasi di area kantor tersebut.
"Karena kan sifatnya ini force majeure ya, musibah. Ya kan meledak gardu di sebelah itu," kata Anwar.
Upaya penanganan sementara telah dilakukan dengan mendatangkan trafo cadangan guna menjaga kestabilan daya di lingkungan kantor. Kepala Bagian Umum dan Protokol Kota Administrasi Jakarta Selatan, Poulinawati, memberikan rincian mengenai penggunaan bantuan dari penyedia listrik negara.
"Sejak kejadian itu langsung didatangkan trafo bergerak dari PLN. Cuma kapasitasnya 1.000 kVA. Setelah kita cek, kapasitas itu sepertinya belum cukup untuk membackup seluruh operasional kantor," ujar Poulinawati.
Kebutuhan biaya untuk memulihkan sistem kelistrikan utama diperkirakan mencapai angka miliaran rupiah demi mengembalikan fungsi pendingin udara di seluruh gedung. Meskipun sarana kantor tidak ideal, manajemen memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.
"Ia menambahkan, estimasi biaya perbaikan trafo genset tersebut mencapai sekitar Rp 2 miliar."
Insiden yang memicu gangguan ini terjadi di Gedung Pemkot Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, pada Minggu (28/12/2025) pagi hari. Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Asril Rizal, menjelaskan kronologi singkat pemadaman api yang dipicu suara ledakan.
"Sebanyak tujuh unit mobil pemadam dengan 28 personel dikerahkan untuk memadamkan api, yang berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.50 WIB," ujar Asril Rizal, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan.