Penyaluran Rumah Subsidi FLPP Capai 54.961 Unit per Mei 2026

Penyaluran Rumah Subsidi FLPP Capai 54.961 Unit per Mei 2026
Foto: Ilustrasi Penyaluran Rumah Subsidi FLPP Capai 54.961 Unit per Mei 2026.

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatatkan realisasi penyaluran rumah subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 54.961 unit hingga 4 Mei 2026. Capaian ini dilansir dari Ekonomi sebagai bagian dari target tahunan pemerintah.

Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhammad Nauval Al-Ammari, mengungkapkan bahwa pertumbuhan realisasi ini diikuti dengan kenaikan tingkat keterhunian rumah. Posisi keterhunian kini berada pada angka 94,02 persen, meningkat dari sebelumnya sebesar 93,62 persen.

"Realisasi penyaluran FLPP hingga 4 Mei 2026 tercatat sebanyak 54.961 MBR [Masyarakat Berpenghasilan Rendah] telah menerima manfaat pembiayaan rumah FLPP dari BP Tapera," kata Nauval dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Data sebaran wilayah menunjukkan Jawa Barat menempati posisi tertinggi dalam penyaluran rumah subsidi dengan total 13.032 unit. Pemanfaatan rumah oleh para penerima manfaat dinilai semakin efektif seiring dengan perbaikan kualitas penyaluran di lapangan.

ÔÇ£BP Tapera menyampaikan apresiasi kepada seluruh Bank Penyalur dan Asosiasi Pengembang atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik, sehingga tingkat keterhunian rumah FLPP dapat meningkat dari 93,62% menjadi 94,02%,ÔÇØ ujarnya.

Provinsi lain yang mencatatkan realisasi tinggi meliputi Sulawesi Selatan dengan 4.675 unit dan Jawa Tengah sebanyak 4.672 unit. Selanjutnya, Sumatra Selatan menyalurkan 3.697 unit, disusul oleh Jawa Timur yang mencapai angka 3.654 unit.

Pemerintah sendiri telah menetapkan kuota rumah subsidi FLPP sebanyak 350.000 unit untuk sepanjang tahun 2026. Guna mendukung target tersebut, total alokasi anggaran yang disiapkan mencapai angka Rp35 triliun.

Pendanaan tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni Rp18 triliun dari dana eksisting untuk 220.000 unit rumah. Sementara itu, sisa anggaran sekitar Rp16,4 triliun dialokasikan guna menyokong penyaluran bagi 130.000 unit rumah subsidi lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi