Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp 14,2 Triliun per April 2026

Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp 14,2 Triliun per April 2026
Foto: Ilustrasi Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp 14,2 Triliun per April 2026.

Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan mencatatkan kenaikan signifikan hingga menyentuh angka Rp 14,2 triliun pada 29 April 2026. Pertumbuhan ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang melampaui target awal penyaluran di berbagai lembaga perbankan nasional.

Data capaian tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan, Sri Haryati, sebagaimana dilansir dari Kompas. Lonjakan serapan ini menandakan antusiasme yang besar dari para pelaku usaha terhadap fasilitas pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah.

"Per tanggal 29 April, kita sudah di posisi Rp 14,2 triliun. Penambahannya memang dari sisi demand yang luar biasa," ujar Sri Haryati, Dirjen Perumahan Perkotaan.

Dominasi penyaluran berasal dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menguasai sekitar 57 persen dari total realisasi nasional. Diikuti oleh Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai kontributor besar berikutnya dalam program ini.

Sri Haryati menjelaskan bahwa serapan di BRI telah mendekati batas atas anggaran yang disediakan sebelumnya. Hal ini memicu langkah koordinasi lintas kementerian guna memastikan ketersediaan dana tetap terjaga bagi masyarakat.

"Saat sosialisasi sebelumnya, penyaluran dari BRI sudah mencapai Rp 7,8 triliun, dengan plafon awal Rp 8 triliun," kata Sri Haryati, Dirjen Perumahan Perkotaan.

Pemerintah merespons situasi tersebut melalui koordinasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Hasil kesepakatan tersebut menambah plafon penyaluran bagi BRI sebesar Rp 4 triliun sehingga totalnya menjadi Rp 12 triliun.

Selain perbankan pelat merah, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga mencatatkan kenaikan target yang cukup tajam. Semula target BSI ditetapkan sebesar Rp 350 miliar, namun kini telah ditingkatkan menjadi Rp 1,25 triliun.

"Kenaikan ini menunjukkan program KUR Perumahan mendapat respons positif dari pelaku usaha dan dinilai memberikan manfaat yang luas," ujar Sri Haryati, Dirjen Perumahan Perkotaan.

Institusi perbankan lain seperti Bank Mandiri dan Bank Nobu dari sektor swasta turut aktif menyalurkan kredit tersebut. Sementara itu, di level daerah, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah mencatat peningkatan paling signifikan dibandingkan wilayah lain yang sebelumnya didominasi Jawa Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi