Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp14,2 Triliun per April 2026

Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp14,2 Triliun per April 2026
Foto: Ilustrasi Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp14,2 Triliun per April 2026.

Kementerian Perumahan dan Perkotaan mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan telah mencapai Rp14,2 triliun hingga 29 April 2026. Angka tersebut mencakup 41,3 persen dari total pagu anggaran senilai Rp34,4 triliun yang dialokasikan pemerintah pusat.

Data tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan target awal yang semula hanya dipatok untuk 60.122 debitur dengan nilai Rp29,5 triliun. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar terhadap akses pembiayaan hunian, sebagaimana dilansir dari Ekonomi.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Sri Haryati, menjelaskan bahwa perkembangan ini terjadi akibat antusiasme masyarakat yang sangat besar terhadap program kredit tersebut.

"Per tanggal 29 April, posisi kita sudah di Rp14,2 triliun. Penyaluran paling signifikan penambahannya memang dari sisi demand yang luar biasa," ujarnya Sri Haryati, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP.

Pemerintah mencatat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menjadi penyalur terbesar dengan kontribusi 57 persen atau senilai Rp8,1 triliun. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menyusul di peringkat berikutnya.

Sri Haryati memaparkan adanya penyesuaian Rencana Target Penyaluran (RTP) guna merespons tingginya minat masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

"Dari semula RTP (Rencana Target Penyaluran) kita di Rp29,5 triliun, saat ini sudah di Rp34,4 triliun. Melihat animo yang ada, saya kira ini juga bisa kita tingkatkan," ujar Sri Haryati, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP.

Distribusi penyerapan kredit secara nasional didominasi oleh wilayah Jawa Tengah dengan total 18.812 debitur senilai Rp3,2 triliun. Provinsi Jawa Timur menyerap Rp2,3 triliun bagi 13.794 debitur, diikuti Jawa Barat dengan nilai Rp2,3 triliun untuk 11.634 debitur.

Di luar Pulau Jawa, Sulawesi Selatan memimpin dengan serapan Rp613 miliar dari 2.206 debitur, sedangkan Bali mencapai Rp543 miliar. Sebelumnya, pada 3 Juli 2025, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengumumkan rencana total KUR perumahan sebesar Rp130 triliun.

Dana tersebut dialokasikan sebesar Rp117 triliun untuk modal kerja pengembang dalam program 3 juta rumah, sementara Rp13 triliun lainnya untuk renovasi rumah perorangan.

"Untuk perumahan [bagi pengembang] tadi tambahan plafon sebanyak Rp117 triliun. Oleh karena itu, subsidi bunga diberikan untuk sektor konstruksi tadi yang UKM," jelas Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Artikel terkait

Rekomendasi