Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi tumpuan utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memenuhi kebutuhan modal pada Mei 2026. Skema pembiayaan ini tetap diminati karena menawarkan suku bunga rendah serta jangka waktu pelunasan yang fleksibel bagi masyarakat.
Pemerintah menetapkan bunga KUR sebesar 6% efektif per tahun untuk debitur yang baru pertama kali mengajukan pinjaman pada 2026. Langkah subsidi bunga ini diambil untuk memastikan UMKM tetap memiliki akses pembiayaan yang terjangkau guna memperkuat ekonomi domestik.
Sebagaimana dikutip dari Finansial, alokasi plafon KUR secara nasional pada tahun ini mencapai Rp300 triliun. BRI, sebagai penyalur utama, mendapatkan porsi signifikan dalam mendukung target pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor produktif tersebut.
Realisasi penyaluran KUR oleh BRI tercatat sangat masif pada awal tahun 2026. Hingga akhir Februari 2026, perseroan telah mengucurkan dana sebesar Rp31,42 triliun, atau sekitar 17,46% dari total kuota tahunan BRI yang dipatok sebesar Rp180 triliun.
Penyaluran dana tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 643.000 debitur UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, memberikan penjelasannya terkait pencapaian tersebut.
"BRI berkomitmen untuk terus mendukung agenda pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Akhmad.
Secara struktur, program ini terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu KUR Supermikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil. Pembagian ini didasarkan pada besaran plafon pinjaman serta skala ekonomi dari usaha yang dijalankan oleh penerima bantuan modal.
KUR Supermikro difokuskan untuk kelompok usaha ultra mikro. Sementara itu, kategori Mikro dan Kecil diperuntukkan bagi pengusaha yang membutuhkan suntikan dana lebih besar guna memperluas jangkauan pasar atau meningkatkan kapasitas produksi.
Salah satu produk yang paling populer adalah KUR Kecil yang memberikan batas pinjaman hingga Rp500 juta. Skema ini sering digunakan untuk pembelian aset produksi, penambahan alat usaha, hingga pengembangan jalur distribusi bisnis.
Simulasi Angsuran Plafon Rp500 Juta
Sebagai gambaran bagi calon nasabah dalam mengukur kemampuan finansial, berikut adalah estimasi cicilan bulanan untuk plafon Rp500 juta dengan bunga 6% per tahun.
| Tenor Pinjaman | Estimasi Angsuran Per Bulan |
|---|---|
| 12 Bulan | Rp44.166.667 |
| 24 Bulan | Rp23.333.333 |
| 36 Bulan | Rp16.388.889 |
| 48 Bulan | Rp12.916.667 |
| 60 Bulan | Rp10.833.333 |
Angka-angka di atas merupakan ilustrasi awal, di mana besaran cicilan sesungguhnya akan bergantung pada penilaian kelayakan serta profil risiko dari masing-masing calon debitur saat proses pengajuan di bank.
Syarat dan Prosedur Pengajuan KUR BRI
Dalam operasionalnya, KUR BRI menyediakan dua tipe pembiayaan. Pertama adalah Kredit Modal Kerja (KMK) untuk operasional rutin dengan tenor 3 hingga 4 tahun, dan kedua adalah Kredit Investasi (KI) untuk pengembangan jangka panjang hingga 5 tahun.
Bagi pelaku usaha yang berminat, terdapat sejumlah kriteria administrasi yang harus dipenuhi. Untuk KUR Mikro, nasabah harus individu yang menjalankan usaha produktif secara aktif minimal selama 6 bulan terakhir.
Syarat dokumen yang diperlukan meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta surat izin usaha yang sah. Selain itu, calon peminjam tidak boleh sedang memiliki kredit perbankan lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kartu kredit.
Untuk kategori KUR Kecil, syarat tambahan meliputi kepemilikan Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau dokumen resmi yang setara. Batas pinjaman untuk kategori mikro adalah Rp50 juta, sedangkan kategori kecil berkisar antara Rp50 juta hingga Rp500 juta.
Masyarakat dapat mengajukan permohonan secara daring melalui platform resmi atau datang langsung ke kantor cabang BRI terdekat. Proses tatap muka melibatkan pembukaan rekening bagi nasabah baru, verifikasi dokumen, serta sesi wawancara dengan petugas bank terkait rencana penggunaan modal.